Air Sungai Meluap, 125 Hektare Tanaman Padi Terendam

23 - Jan - 2016, 02:03

Persawahan yang terendam luapan air sungai Apur Kedung Bajul di Desa Ngrandu, Kecamatan Peterongan. (Mardiansyah/jombagtimes)

Setidaknya 125 hektare tanaman padi di Desa Ngrandu, Kecamatan Peterongan, terendam akibat meluapnya sungai Apur Kedung Bajul. Luapan ini dipicu hujan lebat yang turun di wilayah Kabupaten Jombang sejak Kamis (21/1/2016) hingga tadi malam. Para petani pun harus menanggung rugi hingga Rp 1,9 miliar.

Kepala Desa Ngrandu Lor, Muhammad Rofiudin menyebut, luapan sungai membanjiri sedikitnya 125 hektar sawah warga di delapan dusun yang seluruhnya ditanami padi. Delapan dusun itu antara lain, Dusun Balongganggang, Macekan, Kepuhsari, Ngumpak, Sucen, Gempoldampet, Ngrandon, serta Ngrandu lor.

Tak pelak tanaman padi yang masih berumur 3 minggu dan rata-rata setinggi 20 sentimeter itu rusak terendam air. “Kerugian para petani rata-rata Rp 15 juta per hektar. Karena biaya tanam 2 kali, sebagian sudah ada yang pemupukan,” ujar Rofiudin, Sabtu (23/1/2016).

Menurutnya, banjir yang merusak ratusan hektar tanaman padi di Desa Ngrandu Lor bukan hanya kali ini saja. Awal Januari 2016, kondisi serupa juga terjadi. Ratusan hektar tanaman padi yang baru ditanam Desember 2015, rusak setelah terendam banjir.

Dua kali rendaman air itu menimbulkan kerugian yang dialami petani rata-rata Rp 15 juta per hektar. “Secara keseluruhan, estimasi kerugian para petani mencapai Rp 1,9 miliar. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian, berharap ada bantuan apa saja yang bisa diterima,” jelas Rofiudin.

Warga dibantu sejumlah anggota Koramil Peterongan berusaha membuang air yang merendam persawahan. Mereka membuat sejumlah sudetan untuk jalan keluar air. “Upaya kami mengatasi rendaman air dengan cara manual, agar cepat kering,” kata Komandan Koramil Peterongan, Kapten Budi Santoso. (*)