Hamuka Daimun, Versi Mesir dari DukaMu Abadi Karya Sapardi Djoko Damono

10 - Oct - 2016, 05:56

Sumber foto: usmanarrumy.com

Inilah bocoran dari penerbit Mesir karya Sapardi Djoko Damono "Duka-Mu-Abadi" yang diterjemahkan oleh Usman Arrumy dengan versi Arab "Hamuka Daimun".

Usman Arrumy adalah penyair yang berasal dari Demak, yang kini sedang menempuh Pendidikan di Al- Azhar University, Kairo, Mesir.

Arrumy bisa dibilang Penyair yang sangat subur, Dia sudah menerbitkan karyanya yang pertama, Jadzal (2012), Mantra Asmara (2014), Surat Dari Bawah Air (2016), dan yang tetakhir Hammuka Daimun terjemahan dari Duka Mu Abadi karya Sapardi Djoko Damono.

Duka Mu Abadi merupakan judul puisi yang kemudian juga dijadikan judul kumpulan puisi pertama Sapardi Djoko Damono yang terbit 1969 ketika ia masih berusia 29 tahun. 

Selain itu, “DukaMu Abadi” juga dijadikan judul lukisan Sapardi, berukuran 100 X 92 Cm, menggunakan akrilik di atas kanvas.

Dalam lukisan tersebut, Sapardi menerjemahkan “Duka Mu Abadi” dengan sebidang warna putih dengan bulatan merah, dan dua bidang warna hitam, sebaris warna kuning. Duka yang terasa tak pernah berhenti ketika orang menatapnya, kemudian menghubungkan dengan peristiwa hitam dan merah di tahun 1965.


Berikut adalah cuplikan Puisi 

Duka Mu Abadi
DukaMu adalah dukaku
Airmatamu adalah airmataku
Kesedihan abadimu
Membuat bahagiamu sirna
Hingga keakhir tirai hidupmu
Dukamu tetap abadi.

Bagaimana bisa aku terokai perjalanan hidup ini
Berbekalkan sejuta dukamu
Mengiringi setiap langkahku
Menguja semangat jituku
Karena dukamu adalah dukaku
Abadi dalam duniaku!

Namun dia datang
Meruntuhkan segala penjara rasa
Membebaskan aku dari derita ini
Dukamu menjadi sejarah silam
Dasarnya ku jadikan asas
Membangunkan semangat baru
Biar dukamu itu adalah dukaku
Tidakanku biarkan ia menjadi pemusnahku!