CEO Arema FC : Kami Siap Memberhentikan Match Steward
Reporter
Imam Syafii
Editor
A Yahya
21 - Apr - 2018, 02:15
Ratusan Aremania berjalan kaki mulai Taman Makam Pahlawan menuju Kantor Arema FC Office Store yang berlokasi di Jalan Mayjen Pandjaitan, Kota Malang, Jumat (20/4/2018) sore .
Kedatangan mereka bermaksud untuk klarifikasi kepada pihak Manajemen Arema FC terkait insiden pemicu kerusuhan dan penembakan gas air mata ketika pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) lalu
Kedatangam Aremania langsung disambut hangat pihak manajemen Arema FC, panpel dan pihak jajaran Polres Malang di dalam kantor Kandang Singa itu.
Dalam diskusi tersebut Aremania mempertanyakan pemicu terjadinya kerusuhan yang mengakibatkan ratusan Aremania mengalami luka-luka dan satu Aremania meninggal dunia.
Tak hanya itu saja, Aremania juga mempertanyakan tindakan match steward yang memukul penonton. Dirijen Aremania, Yuli Sumpil melontarkan pertanyaan atas apa yang dilakukan match steward terhadap Aremania yang dipukul.
"Kami disini untuk meminta keadilan manajemen apa yang telah dilakukan match steward yang memukul Aremania kedepannya seperti apa," kata Yuli.
Menurut Yuli awal kericuhan terjadi Aremania yang berada di tribun timur bawah skor melakukan lemparan. Kemudian, match steward melakukan pelemparan balik ke penonton.
Akhirnya, memancing emosi Aremania dan dirinya melihat ada Aremania yang dipukul match steward. "Lalu untuk apa steward membawa tongkat besi. Jadi kami minta keadilan dari manajemen Arema FC," ucapnya.
Dalam hal ini CEO Arema FC, Iwan Budianto angkat bicara terkait apa yang dilakukan match steward terhadap penonton dirinya meminta maaf kepada Aremania.
"Kami manajemen Arema FC minta maaf kepada Aremania atas insiden yang terjadi Minggu lalu. Memang kami mengakui ada kelalaian dan kami sebelumnya sudah melakukan briefing kepada match steward dan panpel untuk memberikan kenyaman kepada para penonton," kata Iwan Budianto di hadapan Aremania yang hadir dalam diskusi kalrifikasi insiden kerusuhan itu.
Kemudian, Iwan Budianto menjawab pertanyaan yang dilontarkan salah satu perwakilan Aremania bagaimana penindakan selanjutnya terhadap match steward?.
" Secara tegas kami manajemen siap bertanggungjawab dan memberhentikan match steward yang bertugas pada pertandingan itu," tegas Iwan.
Kemudian, kata Iwan Budianto untuk pertandingan Arema FC pada laga home selanjutnya memutuskan akan mengganti anggota match steward.
“Kami nanti akan mengganti personel match steward. Jadi harus ada steward dalam pertandingan sepakbola karena sudah sesuai aturan manual Liga untuk memberikan kenyamanan dan keamanan penonton," tegasnya.
Iwan juga berharap atas kejadian itu tidak akan terulang kembali dan menjadi pelecut Arema FC untuk menjadi lebih baik dan berprestasi lagi.
"Jadi sekarang jangan ada yang disalahkan satu sama lain seperti kepolisian, sebab kepolisian itu ada untuk mengawal Aremania," ucapnya.
Tak hanya itu saja Iwan Budiantonjuga bertanggungjawab sepenuhnya atas semua biaya perawatan medis korban yang terkena musibah dalam kejadian tersebut.
Dalam diskusi tersebut dihadiri Pembina Arema FC, Agoes Soerjanto, CEO Arema FC, Iwan Budianto, General Manager, Ruddy Widodo, Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, dan Media Officer Arema FC, Sudarmaji dan Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah.
