Kebutuhan Linmas untuk Pengamanan Pilpres dan Pileg, Komplit
Reporter
Agus Salam
Editor
A Yahya
22 - Mar - 2019, 02:59
Di pilpres dan Pileg 27 April nanti, Pemkot Probolinggo kekurangan personel Perlindungan Masyarakat (Linmas). Tak hanya di TPS yang kurang, bahkan linmas yang bertugas menjaga di kantor Kelurahan dan Kecamatan, tidak ada. Dari 1.292 yang dibutuhkan, hanya 1.034 linmas yang ada.
Kurangnya personel Linmas, diungkap kepala Dinas Satpol PP Agus Effendi, Lamis (21/3) siang. Hanya saja menurutnya, kebutuhan atau kekurangan 460 personel linmas tersebut, saat ini sudah terpenuhi. Pihaknya sejak Oktober tahun lalu sudah melakukan rekruitmen di setiap RT per kelurahan. Saat ini linmas yang ada berjumlah 1.214, sesuai kebutuhan pileg dan pilpres,
Tak hanya personelnya, kebutuhan pakaian seragam linmas sudah terpenuhi. Namun, hanya baju dan celana yang sudah sampai atau diterima anggota linmas baru. Perlengkapan lain seperti sepatu ikat pinggang, kaos kaki dan lain-lain, akan diserahkan bertahap yakni, tannggal 25, 26 dan 27 Maret 2019. “Soalnya tanggal 1 dan 2 April mereka harus mengikuti bimtekh,” ujar Agus
Bimtek pertama akan diselenggarakan di Zipur 10 Kota Probolinggo, sedang hari kedua pemantapannya digelar di Markas Zipur X Kota Pasuruan. Peserta bimtek hanya linmas rekrutan baru, sedang anggota linmas lama, sudah mengikuti pemantapan. “Sebelum gelar pasukan pengamanan pemilu, 460 linmas yang baru itu akan dilantik wali kota. Biar mereka bangga menjadi linmas,” tandasnya.
Sedang gelar pasukan akan diselenggarakan 15 April di alun-alun kota bersama tim pengamanan yang lain. Dijelaskan, kurangnya personel linmas pada pilpres dan pileg mendatang, lantaran jumlah TPS bertambah. TPS pada pilkada (Pemilihan Gubernur dan wakil serta pemilihan wali dan wakil wali kota tahun lalu berjumlah sekitar 300-an dan sekitar 800-an anggota linmas yang terlibat pengamanan.
Sedang pada pemilu tahun ini bertambah 2 kali lipat yakni, menjadi 607 TPS. Linmas yang dibutuhkan menjaga TPS sebanyak 1.292 linmas, sementara personelnya hanya 1.034 orang. Tak hanya penjaga TPS yang kurang sekitar 258 linmas, pemkot juga kekurangan tenaga pengamanan sekitar di kantor kelurahan dan kecamatan. Sebanyak 78 personel yang akan ditempatkan di kantor kecamatan 4 personel dan 2 linmas menjaga di kantor kelurahan.
Mengenai honor penjagaan keamanan pilpres dan pileg, sebesar Rp 450 ribu. Untuk linmas yang mengamankan TPS, Agus berterus terang, dari KPU. Sedang, linmas yang menjaga kantor kelurahan dan kecamatan, honornya ditanggung pemkot. Tentang besarannya, Agus mengatakan, sama dengan honor yang diberikan KPU.
“Kami berharap linmas yang bertugas di kantor kelurahan dan kecamatan, bersabar. Soalnya dipastikan pencairan honornya terlambat. Seperti pada pilkada tahun lalu. Kalau honor dari KPU diserahkan saat pemilu berlangsung. Kalau dari pemkot, mungkin satu atau dua minggu pasca pemilu,” pungkas Agus.
