Kisah Suku Hadza Bisa Bicara dengan Burung Honey Guide untuk Bantu Temukan Madu

20 - Jul - 2023, 12:28

Suku Hadza dengan burung honey guide. (Foto: TikTok)

JATIMTIMES - Tahukah kamu Suku Hadza di pedalaman Afrika memiliki kerja sama yang unik dengan burung honey guide. Keduanya memiliki hubungan yang saling menguntungkan. 

Melansir TikTok @kamutaugakofficial, burung honey guide akan memandu Suku Hadza kepada sarang lebah yang memiliki banyak madu. 

Baca Juga : Persekutuan Mataram dengan Gowa: Mesra di Zaman Sultan Agung, Jadi Musuh di Era Amangkurat I

Suku Hadza akan memanggil burung honey guide dengan panggilan khas untuk menggunakan jasa burung tersebut. Setelah bertemu, burung akan mengantarkan Suku Hadza ke sarang lebah. 

Hubungan antara Suku Hadza dan burung honey guide sudah berlangsung secara turun-temurun selama ribuan tahun. Meski begitu, jasa pemandu yang dilakukan burung tersebut tidaklah gratis. Sebab, burung honey guide akan meminta bayaran berupa lilin dan larva sarang lebah yang dipanen. 

Hal serupa juga dilaporkan oleh media The New York Times. Disebutkan para peneliti telah lama mengetahui bahwa di antara budaya tradisional tertentu di Afrika, orang mencari madu liar dengan bantuan pemandu madu, yakni burung mirip pelatuk. Burung tersebut akan menunjukkan kepada Suku Hadza letak sarang lebah terbaik. Sebagai imbalannya, burung-burung itu dihadiahi sisa lilin dan larva sarang lebah. 

Para ilmuwan menyebutkan bahwa manusia dan pemandu madu telah berkomunikasi satu sama lain melalui pertukaran suara dan gerak tubuh yang luar biasa. Dan komunikasi itu hanya digunakan untuk berburu madu dan berfungsi untuk menyampaikan antusiasme, kepercayaan, dan komitmen antara hewan dengan manusia. 

Baca Juga : Daun Pisang Kering Rupanya Bisa Jadi Minuman yang Ampuh Atasi Berbagai Penyakit, Apa Khasiatnya?

Temuan para ilmuwan ini disorot karena menjadi salah satu dari sedikit contoh kerja sama yang diketahui antara manusia dan hewan liar yang hidup bebas. 

"Sebuah kemitraan yang mungkin mendahului hubungan cinta antara manusia dan anjing peliharaan mereka selama ratusan ribu tahun," tulis laporan The New York Times, dikutip Rabu (19/7/2023).