Sering Terkena Sleep paralysis di Tengah Malam? Lakukan 3 Hal ini
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
23 - Sep - 2024, 07:08
JATIMTIMES - Sleep paralysis atau lebih dikenal masyarakat dengan istilah ketindihan kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal, kondisi ini sebenarnya dapat dijelaskan secara medis dan dapat diatasi dengan beberapa cara sederhana atau penanganan langsung oleh dokter.
Diketahui, sleep paralysis atau ketindihan merupakan fenomena ketika seseorang tidak dapat berbicara dan bergerak saat hendak bangun tidur. Kondisi ini sering kali memicu rasa panik dan takut, sebab tubuh seakan-akan lumpuh selama beberapa detik hingga beberapa menit meski penderitanya dalam kondisi sadar.
Baca Juga : 6 Bulan Terjun di Dunia Modelling, Abid Aqilla Usia 6 Tahun Punya Segundang Prestasi Moncer
Sleep paralysis umumnya disertai halusinasi yang bisa terjadi saat tidur atau ketika bangun tidur. Adapun bentuk halusinasi yang dialami bisa beragam, mulai dari merasakan kehadiran seseorang, merasakan adanya dorongan atau tekanan, hingga tubuh terasa melayang.
Kondisi sleep paralysis bisa dialami oleh siapa pun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Penyebab utama kondisi ini hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang diyakini dapat meningkatkan risiko seseorang lebih sering mengalami sleep paralysis, antara lain:
- Migrain
- Kurang tidur
- Insomnia
- Gangguan tidur, seperti narkolepsi
- Gangguan kesehatan mental, seperti bipolar, gangguan kecemasan, gangguan stres pascatrauma (PTSD)
- Jadwal tidur terganggu, seperti pekerja shift atau jet lag
Cara Mengatasi Sleep Paralysis
Jika sering mengalami fenomena ini, ada beberapa cara untuk mengatasi dan meringankan sleep paralysis ini. Cara-cara tersebut seperti yang disampaikan oleh dr. Ema Surya Pertiwi melalui chanel YouTube Emasuperr. Berikut merupakan 3 hal yang direkomendasikan dr. Ema untuk mengatasi sleep paralysis:
1. Jangan begadang ataupun terlalu lelah
Menurut dr. Ema Surya Pertiwi, penting untuk tidak membuat tubuh terlalu lelah. Oleh karena itu, ia sangat menyarankan agar menghindari begadang. Sebaiknya, seseorang perlu beristirahat dengan cukup yakni sekitar 6-8 jam per hari.
"Jangan paksakan tubuh untuk beraktivitas lebih dari biasanya karena hal tersebut bisa membuat kalian semakin mudah terkena tindihan," kata dr. Ema, dikutip Senin (23/9/2024).
Baca Juga : Profil Yance Sayuri, Winger Malut United yang Rayakan Ulang Tahun dengan Kondisi Cidera
Selain itu, apabila tubuh terasa sangat lelah, lalu banyak pikiran, maka menurut dr. Ema, otak tidak berhenti untuk berpikir. Sehingga, seseorang akan semakin mudah mengalami ketindihan.
2. Minimalkan stress
Selanjutnya ini juga tidak kalah penting, meskipun menurut dr. Ema meminimalkan kondisi stress memang sedikit susah. "Karena setiap orang pasti punya pikiran masing-masing dan masalah masing-masing yang terus-menerus dipikirkan," terangnya.
Oleh karena itu, menurutnya, seseorang bisa refresing ataupun sebelum tidur melakukan doa terlebih dahulu agar tidur menjadi lebih nyaman dan nyenyak. "Jadi saat kalian mau tidur, tidak ada hal-hal yang terus-menerus yang kalian pikirkan hingga terbawa mimpi sampai kalian mengalami sleep paralysis," Katanya.
3. Jangan panik atau ketakutan
Saat mengalami tindihan, pertama-tama janganlah panik atau takut. Sebab, menurut dr. Ema, ketika tindihan kita harus menyadari bahwa saat itu kondisi tubuh benar-benar lelah dan lemas.
Nah, apabila kita panik, tentu itu membuat kita jadi sulit untuk bernapas. Bahkan, ini juga bisa membuat kita semakin ketakutan. Jadi, kunci utama untuk membebaskan dari ketindihan menurut dr. Ema adalah harus benar-benar rileks dan tenang. Selain itu, seseorang juga bisa mencoba menggerakkan jari-jari tangan dan menarik nafas perlahan-lahan.
"Ingat ya, jangan panik atau kaget karena itu akan membuat pikiran terganggu." Tutupnya.
