Unik! Nowruz dan Idulfitri 2026 Jatuh Bersamaan, Begini Tradisi Iran di Tengah Perang
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
21 - Mar - 2026, 01:51
JATIMTIMES - Tahun 2026 menjadi momen yang jarang terjadi bagi masyarakat Iran. Dua perayaan besar yakni Idulfitri dan Nowruz jatuh bersamaan, yakni pada 21 Maret.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat dan Israel, masyarakat Iran tetap bersiap menyambut Nowruz dengan penuh makna. Perayaan ini bukan sekadar pergantian tahun, melainkan simbol kuat tentang harapan, pembaruan, dan ketahanan budaya yang telah bertahan lebih dari 3.000 tahun.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
Nowruz dan Persia, Dua Hal yang Berbeda
Masih banyak yang mengira Nowruz sama dengan Persia. Padahal keduanya berbeda, meski saling berkaitan erat.
Nowruz adalah perayaan tahun baru, sementara Persia merupakan nama peradaban kuno yang menjadi asal budaya tersebut. Persia adalah cikal bakal Iran modern, sedangkan Nowruz adalah salah satu warisan budayanya yang paling penting.
Dengan kata lain, Persia adalah identitas sejarah dan budaya, sedangkan Nowruz adalah tradisi yang lahir dari peradaban tersebut.
Dilansir dari laman Wikipedia, sejarah Nowruz diperkirakan sudah ada sejak era Kekaisaran Persia kuno, bahkan sebelum Islam masuk ke wilayah tersebut. Banyak sejarawan mengaitkannya dengan tradisi dalam Zoroastrianism, agama kuno Persia yang menekankan keseimbangan alam dan cahaya.
Meski mengalami berbagai perubahan zaman mulai dari kekuasaan kerajaan, masuknya Islam, hingga menjadi negara modern Nowruz tetap bertahan. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tradisi lokal seperti ini tidak dihapus, melainkan beradaptasi dengan nilai-nilai Islam.
Hingga kini, Nowruz menjadi contoh bagaimana budaya lokal dan agama dapat berjalan berdampingan.
Nowruz tidak hanya dirayakan di Iran. Tradisi ini telah menyebar luas ke berbagai negara yang memiliki jejak budaya Persia, seperti:
• Azerbaijan
• Afghanistan
• Tajikistan
• Uzbekistan
• Turkmenistan
• Kurdistan (wilayah di beberapa negara)
• Pakistan dan sebagian India
• Turki dan Balkan
Diperkirakan lebih dari 300 juta orang di dunia merayakan Nowruz setiap tahunnya, menjadikannya salah satu perayaan budaya terbesar secara global.
Nowruz tidak ditetapkan berdasarkan kalender biasa, melainkan mengikuti fenomena vernal equinox momen ketika posisi matahari tepat di atas garis khatulistiwa, sehingga siang dan malam memiliki durasi yang sama.
Peristiwa ini biasanya terjadi pada 20, 21, atau 22 Maret, menandai dimulainya musim semi di belahan bumi utara. Karena itu, Nowruz identik dengan simbol kebangkitan alam setelah musim dingin.
Tradisi Khas Nowruz yang Sarat Filosofi
Perayaan Nowruz berlangsung selama hampir dua minggu dan diisi dengan berbagai tradisi yang penuh makna, di antaranya:
1. Khaneh Tekani (Bersih-Bersih Rumah)
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Tradisi membersihkan rumah sebelum Nowruz melambangkan pembersihan diri dari hal-hal buruk di masa lalu.
2. Haft-Seen
Meja khusus yang berisi tujuh benda simbolis berawalan huruf “S” dalam bahasa Persia, seperti:
- Sabzeh (kecambah) = kehidupan
- Seer (bawang putih) = kesehatan
- Seeb (apel) = keindahan
3. Chaharshanbe Suri
Festival api yang dilakukan sebelum Nowruz, di mana masyarakat melompati api sebagai simbol membuang energi negatif.
4. Sizdah Bedar
Hari ke-13 setelah Nowruz, masyarakat keluar rumah dan berpiknik di alam sebagai simbol keberuntungan.
Karena nilai sejarah dan budayanya yang sangat kuat, Nowruz diakui secara global. Pada 23 Februari 2010, UNESCO resmi menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.
Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 21 Maret sebagai Hari Nowruz Internasional.
Perayaan Nowruz tahun 2026 berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Ketegangan geopolitik dan dampak konflik membuat sebagian masyarakat mungkin merayakannya dengan lebih sederhana.
Namun, justru dalam kondisi seperti ini, makna Nowruz terasa semakin kuat. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa setiap masa sulit pasti akan berlalu, sebagaimana musim dingin yang berganti menjadi musim semi.
Bagi masyarakat Iran, Nowruz bukan hanya perayaan, tetapi juga simbol ketahanan, identitas, danKesimpula
Dari semua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Nowruz bukanlah Persia, melainkan bagian dari warisan budaya Persia yang terus hidup hingga kini. Dengan sejarah lebih dari tiga milenium, perayaan ini telah melintasi zaman, agama, dan batas negara.
Bertepatan dengan Idulfitri 2026, Nowruz menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi budaya dan nilai keagamaan dapat hadir berdampingan bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan.
