Wali Kota Blitar Gerak Cepat, Salurkan Bantuan dan Siapkan Rekonstruksi Rumah Terdampak Puting Beliung

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

05 - Apr - 2026, 12:23

Wali Kota Blitar Mas Ibin menyerahkan bantuan kepada warga terdampak angin puting beliung di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Minggu (5/4/2026). Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan menyiapkan skema rekonstruksi rumah warga yang rusak akibat bencana.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES — Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kecamatan Sukorejo pada Jumat sore, 3 April 2026. Hanya berselang dua hari, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak sekaligus memastikan langkah rekonstruksi berjalan.

Penyaluran bantuan dipusatkan di Jalan Jati Gang 4, Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Minggu, 5 April 2026, usai kegiatan car free day di selatan alun-alun kota. Dengan mengenakan pakaian olahraga, Mas Ibin menyapa warga, meninjau kondisi rumah, dan menyerahkan bantuan secara simbolis. Selanjutnya, Wali Kota Blitar melanjutkan penyaluran bantuan di Jalan Mayang, Kelurahan Sukorejo.

Baca Juga : Rayakan Paskah di Rumah: 8 Aktivitas Seru Bersama Keluarga yang Wajib Dicoba

“Sejak kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah untuk melakukan penanganan darurat. Dalam waktu cepat, kami harus hadir di lokasi, membantu warga, dan merencanakan rekonstruksi,” ujar Mas Ibin di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, angin puting beliung berdampak pada dua kelurahan, yakni Sukorejo dan Turi, dengan total 40 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 23 rumah mengalami kerusakan ringan dan 17 rumah rusak sedang. Sementara satu rumah tambahan dilaporkan terdampak di Dawuhan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, dan masih dalam proses penanganan lanjutan.

“Alhamdulillah, dalam dua hari ini sebagian sudah mulai dilakukan perbaikan. Kami juga menyiapkan skema bantuan untuk rehabilitasi agar rumah warga bisa kembali seperti semula,” kata dia.

Ibin

Bantuan dan Skema Rekonstruksi

Mas Ibin menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan rumah tangga, hingga bantuan uang tunai. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung rekonstruksi rumah warga.

“Hari ini kita serahkan bantuan langsung, baik dari BPBD, Baznas, maupun OPD lainnya. Nanti juga akan ada bantuan untuk rehabilitasi. Semua kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, akan kita bantu melalui anggaran pemerintah,” ujarnya.

Menurut dia, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak merupakan bentuk komitmen untuk selalu bersama warga dalam kondisi apa pun. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong mempercepat pemulihan.

“Kami turut bersimpati atas musibah ini. Mari kita bangun kembali bersama-sama, gotong royong memperbaiki rumah dan fasilitas yang terdampak,” kata Mas Ibin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, Agus Suherli, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan penanganan awal sejak hari pertama kejadian. Dari total 40 rumah terdampak, sebanyak 39 rumah berada di Sukorejo dan Turi, sementara satu rumah di Dawuhan masih dalam proses tindak lanjut.

“Yang 39 rumah sudah kami tangani. Untuk satu rumah di Dawuhan, tim juga sudah bergerak ke lokasi. Kami pastikan semua terdampak akan tertangani,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, bantuan darurat yang diberikan BPBD meliputi terpal untuk penutup atap, makanan siap saji, biskuit, selimut, hingga paket kebutuhan pribadi bagi keluarga terdampak. Sementara untuk perbaikan genteng dan kerusakan lainnya, sebagian masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Baca Juga : Doa Guru untuk Murid agar Cepat Pahami Materi, Bisa Diamalkan untuk Semua Pelajaran

“Kalau diperlukan, tentu akan kami bantu dari pemerintah. Untuk bantuan rehabilitasi, nanti akan disampaikan lebih lanjut oleh wali kota sesuai hasil pendataan,” katanya.

Agus menekankan, penanganan bencana tidak hanya berhenti pada bantuan awal, tetapi berlanjut pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang saat ini sedang disiapkan pemerintah daerah.

Mas ibin

Apresiasi Warga

Di lapangan, respons cepat pemerintah mendapat apresiasi dari warga. Slamet, 68 tahun, warga Kelurahan Turi, mengaku terbantu dengan kehadiran pemerintah sejak awal kejadian.

“Pemerintah gerak cepat. Begitu ada bencana langsung ditangani. Dari kepolisian, kelurahan, semua datang membantu. Kami juga diberi terpal untuk menutup atap,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan langsung wali kota memberi semangat bagi warga yang terdampak. “Hari ini Pak Wali Kota datang langsung. Kami merasa beban jadi lebih ringan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan semua yang sudah membantu,” kata Slamet.

Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Blitar menunjukkan komitmen dalam membangun sistem respons bencana yang tanggap, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemulihan. Tidak hanya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, pemerintah juga menyiapkan skema jangka menengah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Dengan sinergi lintas organisasi perangkat daerah, dukungan Forkopimda, serta partisipasi masyarakat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan dapat berjalan optimal. Pemerintah memastikan, setiap warga terdampak tidak berjalan sendiri dalam menghadapi dampak bencana, melainkan didampingi hingga pulih sepenuhnya.