Muscab PKB Jombang Usulkan 2 Nama Calon Ketua, Ada Nama Wabup

Reporter

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

05 - Apr - 2026, 02:33

Muscab DPC PKB Jombang 2026. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - DPC PKB Kabupaten Jombang menggelar musyawarah cabang (Muscab). Ada dua nama yang diusulkan menjadi Ketua DPC PKB Jombang dalam Muscab kali ini. Dua nama yang diusulkan yaitu anggota DPRD Jombang Fraksi PKB Erna Kuswati dan KH Salmanuddin Yazid (Gus Salman), yang kini menjabat Wakil Bupati Jombang. Di luar itu, ada 5 nama calon ketua yang telah dilakukan pemetaan oleh DPP PKB.

Muscab digelar DPC PKB Jombang di Azana Hotel pagi tadi. Acara ini dibuka langsung Ketua DPC PKB Jombang Hadi Atmaji dengan dihadiri Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar. Ketua DPP PKB Daniel Johan juga hadir di tengah-tengah Muscab tersebut.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kuatkan Koordinasi Lintas Stakeholder untuk Percepatan Penanganan PPKS Tanpa Harus ke Shelter

Wakik Ketua DPC PKB Jombang Subaidi mengatakan, Muscab kali ini dalam rangka mencari nahkoda baru DPC PKB Jombang. Hanya saja, dalam musyawarah ini hanya sebatas mengusulkan nama calon ketua.

"Jadi Muscab ini mengusulkan 2 nama. DPP Melalukan pemetaan 5 nama. Jadi ada 7 calon ketua," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Minggu (5/4/2026).

Subaidi mengatakan, seluruh calon nantinya akan mengikuti dua kali uji kompetensi kemampauan (UKK). Yaitu tes psikotes yang dilakukan di Lembaga Psikologi Universitas Negeri Malang. Setelah itu mereka akan mengikuti tes wawancara dengan DPP PKB di Jakarta.

"Jadi pendekatannya adalah pendekatan scientific. Kita nilai kemampuannya seperti apa, kompetensinya seperti apa, dan kepemimpinannya seperti apa," ungkapnya.

Baca Juga : Cerita Mahasiswi Asal Junrejo Kuliah di Kampus Top dengan Program Beasiswa 1.000 Sarjana Pemkot Batu

Subaidi mengatakan, PKB sudah lama meninggalkan sistem pemilihan yang sudah umum digunakan. Karena itu, proses pemilihan ketua dilakukan dengan sistem berbasis kompetensi.

"Prosesnya memang seperti itu, kita sudah meninggalkan pola pemilihan yang sangat liberal itu. Karena jauh dari kompetensi kepemimpinan," pungkanya.