Mayat Pria Bersepatu Ditemukan Membusuk di Kebun Jagung Jombang
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - Apr - 2026, 02:06
JATIMTIMES - Sosok mayat tanpa identitas ditemukan membusuk di kebun jagung Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang. Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan masih berpakaian lengkap dengan sepatu yang masih menempel di kakinya.
Kepala Desa Sumberjo Ismiatun mengatakan, mayat pertama kali ditemukan warganya yang sedang mencari rumput pagi tadi pukul 08.45 WIB. Mayat ditemukan di kebun jagung tidak jauh dari tempat wisata Bajak Laut di Dusun Babatan.
Baca Juga : Bayi 10 Hari Ditemukan Tewas dalam Kardus di Kota Malang, Polisi Buru Pelaku Terekam CCTV
Saat ditemukan, mayat dalam keadaan telungkup dengan pakaian lengkap. Yaitu masih memakai kaus, celana panjang, dan bersepatu. Hanya saja, kondisi mayat sudah membusuk dan mengeluarkan cairan hitam yang membasahi pakaiannya.
"Kondisinya tidak bisa dikenali, sudah membusuk, tidak terlihat wajahnya. Jenis kelaminnya juga belum tahu, tapi yang jelas rambutnya panjang," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/04/2026).
Temuan mayat itu lantas dilaporkan perangkat desa ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Wonosalam dan tim Inafis Polres Jombang langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Saat ini, mayat pria tersebut telah dibawa ke RSUD Jombang untuk diautopsi.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan mayat berjenis kelamin laki-laki. Mayat tanpa identitas itu ditemukan di ladang jagung yang berlokasi 20 meter dari Jalan Raya Desa Sumberjo. Saat ini, pihaknya masih melakukan identifikasi untuk mencari identitas korban.
"Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan autopsi dan proses identifikasi," terangnya.
Dikatakan Dimas, kondisi mayat sudah mengalami pembusukan. Secara visual, tubuh korban sudah menunjukkan bagian tulang dan dipenuhi belatung.
Baca Juga : Jejak Dua Belas Suku Bani Israil dalam Lintasan Sejarah dan Ibrah Keimanan
Saat ini, polisi sedang melakukan autopsi tubuh korban dengan melibatkan dokter forensik RS Bhayangkara Kediri. Autopsi ini untuk mengungkap penyebab kematian korban wajar atau ada indikasi kejahatan.
"Untuk ada atau tidaknya kekerasan fisik masih kami dalami. Penyebab kematian akan kami sampaikan setelah hasil autopsi keluar," kata Dimas.
Polisi juga menemukan sebuah handphone (HP) di saku celana korban. Temuan ini menjadi awal petunjuk polisi melakukan penyelidikan. Saat ini, polisi masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari barang bukti lainnya.
"Saat ini masih berlangsung olah TKP untuk menemukan benda-benda mencurigakan, sementara ini baru kita temukan HP di saku korban. Untuk ada atau tidaknya kekerasan fisik masih kami dalami," pungkasnya.(*)
