Viral Peserta Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih Keluhkan Sistem CAT, Jawaban Disebut Berubah Sendiri

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

07 - May - 2026, 02:46

Jawaban yang berubah sendiri diseleksi CAT KDMP. (foto X)

JATIMTIMES - Seleksi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih 2026 tengah menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan dari sejumlah peserta terkait dugaan gangguan sistem saat pelaksanaan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT). Keluhan tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai transparansi proses seleksi.

Salah satu video yang ramai diperbincangkan dibagikan ulang oleh akun X bernama @jhonsitorus_19. Dalam video itu, seorang peserta mengaku kecewa setelah mengikuti tes kompetensi untuk posisi manajer koperasi desa. Ia menilai sistem yang digunakan dalam ujian mengalami masalah teknis yang merugikan peserta.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Sosialisasikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Bersama BTN kepada Developer

“Aku baru selesai tes kompetensi koperasi desa. Jangan berharap banyak. Tapi enggak tahu kenapa websitenya aneh banget,” ujar pria dalam video tersebut, dikutip Kamis (7/5).

Peserta itu menjelaskan bahwa jawaban yang sebelumnya telah dipilih dan disimpan tiba-tiba berubah sendiri menjadi opsi lain yang tidak dipilihnya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi berulang kali selama ujian berlangsung.

“Kita udah jawab, jawaban terasa benar, terus jawaban benar udah disimpan, tiba-tiba kursor keganti sama jawaban yang kita tidak pilih,” keluhnya.

Keluhan tersebut langsung menyita perhatian warganet. Banyak peserta lain mengaku mengalami kejadian serupa saat mengikuti tes CAT seleksi Manajer Kopdes Merah Putih 2026. Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran soal akurasi sistem penilaian dan integritas proses seleksi digital yang digunakan.

Meski begitu, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah masalah yang dikeluhkan peserta benar-benar disebabkan oleh error sistem, gangguan teknis tertentu, atau faktor lain saat pelaksanaan ujian. Pihak penyelenggara pun belum memberikan penjelasan resmi terkait viralnya keluhan tersebut.

Dalam lanjutan videonya, pria tersebut mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung.

“Kalaupun jawaban benar, sama sistemnya disalahin. Aku udah enggak percaya sama proses seleksinya,” ungkapnya.

Tak lama setelah viral, video keluhan itu disebut tiba-tiba menghilang dari platform. Namun, peserta tersebut kemudian kembali memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya ingin membagikan pengalaman pribadi usai mengikuti tes CAT.

Ia juga mengungkapkan bahwa respons dari warganet sangat besar. Banyak pengguna media sosial membanjiri kolom komentar dan mengaku mengalami kendala serupa saat mengerjakan tes.

“Banyak banget teman-teman yang punya pengalaman yang sama di kolom komentar,” katanya.

Tes CAT Jadi Tahapan Penting Seleksi Kopdes Merah Putih

Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 kini memang memasuki tahap krusial. Ribuan peserta yang lolos administrasi diwajibkan mengikuti Tes Potensi Kognitif berbasis CAT sebagai syarat utama untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Tes ini menjadi penyaring utama dalam menentukan calon manajer koperasi desa yang dinilai memiliki kemampuan analisis, logika, dan manajerial yang baik.

Baca Juga : Menjemput "Finger Heart", Melupakan Bunyi Peradaban: Quo Vadis Kedaulatan Budaya Kita?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sistem Computer Assisted Test (CAT) merupakan metode ujian berbasis komputer yang dirancang untuk menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Sistem CAT pertama kali dikenal luas saat digunakan dalam seleksi CPNS dan dinilai efektif dalam mengurangi potensi kecurangan. Seluruh aktivitas peserta selama ujian dapat dipantau langsung melalui sistem sehingga memudahkan proses pengawasan dan evaluasi.

Struktur Tes dan Passing Grade

Tes CAT untuk seleksi Manajer Kopdes Merah Putih bersifat menggugurkan. Artinya, peserta harus memenuhi nilai ambang batas sekaligus bersaing dalam peringkat tertinggi agar dapat melaju ke tahap berikutnya.

Pada seleksi ini, peserta wajib mencapai passing grade minimal 110 pada Tes Potensi Kognitif untuk masuk ke tahap pemeringkatan tiga kali jumlah formasi yang tersedia.

Ujian berlangsung sekitar 50 menit dengan dua materi utama, yakni:

• Tes Potensi Kognitif yang meliputi kemampuan bahasa, numerik, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, dan bentuk.

• Tes Manajemen Koperasi yang terdiri dari 20 soal teknis dengan bobot masing-masing 5 poin untuk jawaban benar.

Keunggulan Sistem CAT dalam Seleksi

Di balik polemik yang muncul, penggunaan CAT sebenarnya menjadi bagian dari transformasi digital dalam proses rekrutmen nasional. Sistem ini dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan hasil ujian sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

Penggunaan CAT juga disebut dapat mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah besar dan menekan potensi praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme dalam proses seleksi.

Meski demikian, munculnya keluhan dari peserta terkait dugaan error sistem kini menjadi perhatian publik. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara mengenai dugaan perubahan jawaban otomatis yang dikeluhkan peserta tes.