Bertambah Jadi 7 Orang, Dua Relawan Dompet Dhuafa Ikut Ditangkap Israel dalam Misi Bantuan Gaza
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - May - 2026, 06:12
JATIMTIMES - Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 terus bertambah. Hingga Rabu (20/5/2026), tercatat sudah tujuh WNI yang ditahan dalam operasi pencegatan armada bantuan menuju Jalur Gaza.
Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang. Ia menyebut pemerintah terus memantau perkembangan situasi karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis.
Baca Juga : PLN dan BPKP Jatim Turun Langsung Cek Bantuan Listrik Gratis di Malang Raya
“Berdasarkan informasi terkini pukul 19.50 WIB, jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah,” ujar Yvonne, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, dari total sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi GSF 2.0, sebanyak tujuh orang kini dilaporkan telah ditahan pihak Israel.
Dua WNI terbaru yang dilaporkan ditangkap adalah Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa. Keduanya berada di Kapal Zefiro saat intersepsi dilakukan militer Israel.
Sementara itu, dua WNI lainnya masih berada di kapal Kasr 1 Sadabat. Meski belum ditangkap, Kemlu menyebut kondisi mereka tetap berisiko karena kapal tersebut sewaktu-waktu dapat dicegat aparat Israel.
“Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan,” kata Yvonne.
Kemlu RI bersama perwakilan Indonesia di sejumlah negara juga terus melakukan pemantauan, verifikasi kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan.
Sebelumnya, pasukan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang masih berada di bawah blokade.
Baca Juga : Pemkab Malang Bersama TNI Salurkan Bantuan untuk Petani di Kabupaten Malang
Dalam operasi itu, lima WNI lebih dulu ditangkap. Mereka adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis iNews Rahendro Herubowo, serta aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa.
Ketujuh WNI tersebut diketahui bergabung dalam pelayaran bersama Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), delegasi nasional Indonesia yang menjadi bagian dari inisiatif Global Sumud Flotilla.
Berdasarkan pelacakan di situs resmi GSF, sejumlah kapal bantuan dilaporkan dicegat di wilayah barat Siprus sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
Pihak GSF pun mendesak dunia internasional untuk segera mengambil tindakan terhadap operasi pencegatan yang mereka sebut sebagai tindakan ilegal dan upaya mempertahankan blokade Israel terhadap Gaza.
