Tragedi di Latsarmil Kopdes Merah Putih: Tiga Calon Manajer Tewas Beruntun, DPR Desak Evaluasi Total

Reporter

Mutmainah J

25 - Jun - 2026, 01:29

Ilustrasi latihan militer. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kabar meninggalnya tiga calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi perhatian publik. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pun memberikan penjelasan resmi terkait penyebab meninggalnya ketiga peserta tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa ketiga peserta yang meninggal dunia berasal dari lokasi pendidikan yang berbeda dan memiliki penyebab kematian yang tidak sama.

Baca Juga : UKT Membunuh Mimpi Anak Bangsa

Peserta pertama yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh. Ia mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.

Menurut Rico, Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke," ujar Rico dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (25/6/2026).

Selain mengalami heat stroke, Anisa juga disebut mengalami henti jantung sebelum akhirnya meninggal dunia.

Peserta kedua yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad) di Baturaja.

Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung," kata Rico.

Sementara itu, peserta ketiga yang meninggal adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Rico menjelaskan bahwa Novia mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026. Tim kesehatan satuan langsung memberikan penanganan sebelum yang bersangkutan dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa karena kondisinya terus memburuk.

Meski telah menjalani perawatan intensif, Novia dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026.

Baca Juga : Kombespol Ganis Setyaningrum Raih Gelar Doktor dari Unair, Tegaskan Polwan Juga Mampu Memimpin Institusi

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB)," jelas Rico.

Atas peristiwa tersebut, Kemenhan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Kemenhan juga menyatakan tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program bersama panitia seleksi nasional dan penyelenggara pendidikan.

Evaluasi dilakukan untuk memperkuat pengawasan kesehatan peserta serta memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap skema rekrutmen dan pembinaan peserta. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting agar program pembinaan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

"Retret tetap penting, tetapi standar mitigasi risiko, skrining kesehatan, pendampingan medis, dan pemetaan kemampuan fisik peserta juga harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan," ujar Imas dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Ia juga mengusulkan agar seluruh calon peserta menjalani pemeriksaan kesehatan secara independen dan profesional sebelum mengikuti pelatihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapan fisik peserta serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Sebagai informasi, program Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari pembekalan yang diberikan kepada para calon pengelola koperasi. Namun, meninggalnya tiga peserta dalam waktu berdekatan memunculkan sorotan terkait aspek kesehatan, keamanan, dan kesiapan fisik peserta selama mengikuti kegiatan tersebut.