Speedboat Terbalik di Telaga Sarangan, Disbudpar Akan Perketat Sertifikasi Pengemudi dan Pengawasan
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
Yunan Helmy
30 - May - 2025, 04:24
JATIMTIMES — Peristiwa terbaliknya speedboat yang mengangkut tiga wisatawan asal Semarang dan Sorong, Papua, di Telaga Sarangan, Kamis (29/5), kembali membuka mata publik akan pentingnya keselamatan wisata air di destinasi unggulan Kabupaten Magetan tersebut.
Meski seluruh penumpang berhasil selamat, kejadian ini mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perahu wisata.
Baca Juga : Bimtek P4GN: Dosen Unisba Blitar Dorong Peran Public Speaking dalam Pencegahan Narkoba
Eka Radityo, kabid pengelolaan pariwisata Disbudpar Magetan, menegaskan bahwa aspek keselamatan wisata air kini menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa meskipun aturan keselamatan seperti kewajiban penggunaan pelampung dan pembatasan kapasitas penumpang telah diterapkan, praktik di lapangan masih menyisakan celah yang perlu diperbaiki.
"Selama ini kalau dari sisi keamanan sudah ada peningkatan signifikan. Penumpang wajib pakai pelampung, kapasitas perahu dibatasi maksimal empat orang. Pembinaan juga rutin dilakukan kepada paguyuban perahu,” ujar Eka. “Namun, keahlian dan kelayakan pengemudi sering tidak sesuai standar di lapangan," tambahnya.
Dalam peristiwa tersebut, sebuah tas milik salah satu penumpang dilaporkan tenggelam. Sementara tim Lakeguard Sarangan turun langsung membantu proses evakuasi dan pencarian barang.
Yang menjadi sorotan adalah belum dimilikinya surat keterangan kelayakan pengemudi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kementerian Perhubungan. Eka menekankan bahwa pengemudi perahu yang terlibat dalam insiden tersebut tidak memiliki surat izin operasional yang setara dengan surat izin mengemudi (SIM) untuk pengemudi darat.
"Surat itu seharusnya menjadi syarat wajib bagi setiap pengemudi perahu. Dalam kasus ini, pelaku sudah dikenai sanksi oleh paguyuban dan tidak diperkenankan mengemudi lagi," tegasnya.
Disbudpar Magetan menegaskan akan memperkuat sinergi dengan instansi teknis lain, termasuk KSOP dan aparat keamanan, untuk memastikan bahwa semua pengemudi perahu telah tersertifikasi dan menjalani pelatihan yang memadai.
Baca Juga : Diduga Bakar Sampah Ditinggal, Rumah di Kota Batu Diamuk Si Jago Merah
Telaga Sarangan, yang menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur, memang menawarkan pesona alam menawan. Namun, Eka mengingatkan bahwa popularitas destinasi harus diimbangi dengan sistem keamanan wisata yang profesional dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Harus ada keseimbangan antara daya tarik wisata dan jaminan keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Kejadian speedboat terbalik ini diharapkan menjadi momentum untuk perbaikan layanan wisata air di Telaga Sarangan. Dengan pengetatan aturan, sertifikasi pengemudi, dan edukasi wisatawan, Disbudpar Magetan optimistis bisa meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan wisata secara menyeluruh.
