Pelajar di Jombang Lomba Bikin Batik Ecoprint Peringati Hari Kemerdekaan RI

Reporter

Adi Rosul

12 - Aug - 2025, 03:09

Batik ecoprint buatan pelajar SMPN 4 Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTimes)

JATIMTIMES - Lomba permainan anak-anak sering kali digunakan dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. Namun berbeda dengan pelajar di Jombang ini. Mereka memilih berlomba membuat batik ecoprint untuk melestarikan budaya batik Indonesia.

Adalah pelajar SMPN 4 Jombang. Sekolah di Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini menggelar kompetisi membuat batik ecoprint bagi murid-muridnya dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Baca Juga : Protes PBB Naik 400%, Warga Jombang Bayar Pajak Pakai Uang Koin Satu Galon

Lomba membuat batik ecoprint diikuti seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9. Dalam membuat batik ecoprint ini, mereka terlebih dulu menyiapkan kain polos warna putih yang telah direndam debgan larutan air tawas agar bisa menyerap warna dari daun.

Kemudian mereka meletakan dedaunan dan bunga-bunga ke atas kain sesuai motif dan corak yang diinginkan. Setelah itu, kain digulung dengan plastik lalu dikukus.

Nah, proses pengukusan ini lah yang membuat pola, warna, dan corak daun menempel di kain sehingga membentuk siluet seperti batik pada umumnya. Estetika bentuk dan pola kreasi ini yang akan dinilai oleh para dewan juri.

"Ini tadi lomba bikin batik ecoprint. Saya buat bati dari daun klengkeng, jambu, jati, dan daun kenikir. Batik ecoprint ini saya buat untuk taplak meja," ujar siswa kelas 9A SMPN 4 Jombang Kusna Maulida kepada wartawan, Selasa (12/08/2025).

Kepala SMPN 4 Jombang Slamet Agus Prastyo mengatakan, lomba membuat batik ecoprint ini untuk mengajarkan siswanya melestarikan budaya nusantara. Selain itu, ia juga mendidik muridnya agar trampil membuat produk kreatif yang bisa jadi bekal setelah lulus sekolah.

Baca Juga : Sinergi Mahasiswa Unisba Blitar dan Koperasi Merah Putih Gerakkan UMKM Gedog

"Banyak yang bisa kita gali dari batik ecoprint ini. Antara lain melestarikan kearifan lokal, dan juga memanfaatkan sumber daya alam. Yang paling penting ini pembelajaran berbasis project, jadi pembelajaran itu pengalamannya bisa digunakan untuk kemudian hari," ujarnya.

Agus mengatakan, batik ecoprint yang dibuat nantinya akan dinilai oleh juri dari para guru pendamping. Hasil kain batik akan digunakan sebagai alas meja hingga bahan untuk pakaian.

"Yang jelas batik ini akan kembali ke siswa. Ada yang untuk alas meja, dan bahan pakaian. Kita juga sering ikutkan pameran-pameran dan jual produk ecoprint ini, hasilnya juga kembali ke anak-anak. Semuanya murni karya siswa," pungkasnya.(*)