Polemik Roblox, Pakar Pendidikan Arina : Punya Sisi Positif dan Negatif
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
16 - Aug - 2025, 07:32
JATIMTIMES - Polemik Roblox dinilai berbahaya bagi anak hingga memicu adanya kekerasan. Meski demikian Roblox bisa menjadi media pembelajaran yang inovatif, namun juga memiliki risiko konten negatif yang tidak ramah anak.
Hal tersebut dibeberakan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Arina Restian. Arian mengatakan Roblox sebagai platform dengan dua sisi yang harus dicermati. “Roblox memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya terdapat edukasi terkait keilmuan matematika, fokus, dan strategi,” kata Arina, Sabtu (16/8/2025).
Baca Juga : Antisipasi Kekurangan Guru, Pemkot Malang Siapkan Skema PPPK Paruh Waktu
Sisi negatif ini muncul, lantaran adanya oknum-oknum yang memunculkan sisi negatif seperti kekerasan, pornografi, dan lain sebagainya. Roblox seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi hiburan.
Terlebih gim ini punya potensi besar dalam mendukung proses pembelajaran berbasis proyek atau project based learning, terutama bagi siswa sekolah dasar. “Mungkin kalau dalam bahasa pembelajaran itu project based learning,” tambah Arina.
“Jadi anak-anak bisa merasakan keseruan belajar melalui Roblox, di lain sisi guru juga bisa menyampaikan materi dengan lebih lancar,” imbuh Arina.
Meski demikian pihaknya menekankan bahwa semua langkah pengawasan dan pemanfaatan harus sesuai dengan payung hukum yang berlaku, seperti tentang Perlindungan Anak dan tentang Pornografi yang melarang akses konten pornografi bagi anak-anak.
Hal ini berpacu pada payung hukum, salah satunya UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak kemudian yang kedua UU No. 23 Tahun 2002 tentang Pornografi. “Artinya melarang penyediaan akses konten pornografi pada anak,” tegas Arina.
Demi melindungi anak dari konten negatif di Roblox, penting dilakukan strategi yang bisa diterapkan. Mulai dari menggunakan fitur kontrol usia yang resmi hingga edukasi literasi digital. “Strategi melindungi anak dalam konteks Roblox itu yang pertama adalah menggunakan fitur yang dikontrol secara resmi,” ucap Arina.
Selain itu terdapat tiga kata kunci penting yang harus menjadi perhatian dalam penggunaan Roblox, keamanan digital, produktivitas, dan literasi digital. Ketiganya dianggap penting untuk memastikan anak-anak tidak hanya bermain dengan aman, tetapi juga mendapatkan nilai edukatif dari pengalaman mereka di platform tersebut.
Arina mendorong adanya sinergi lintas sektor antara dunia pendidikan, teknologi informasi, serta lembaga perlindungan anak dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar pemanfaatan game edukatif seperti Roblox sejalan dengan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Adanya sinergi dengan kebijakan pemerintah agar pemanfaatan game edukasi sesuai dengan regulasi yang ada,” tutup Arina.
