Isra Miraj 2026, Momen Introspeksi untuk Memperbaiki Kualitas Salat
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
13 - Jan - 2026, 06:43
JATIMTIMES - Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya jatuh pada 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Pada 2026 ini, Isra Miraj bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah atau Jumat, 16 Januari 2026.
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, momen Isra Miraj kembali menjadi pengingat bagi umat Islam tentang perjalanan agung Rasulullah SAW, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 13 Januari 2026 Lengkap: Emosi Meledak, Empat Zodiak Ini Terseret
Peristiwa luar biasa ini juga ditegaskan dalam Al-Qur’an dan menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Dari kisah Isra dan Mi’raj, terdapat sejumlah pelajaran mendalam yang relevan hingga saat ini, terutama terkait iman dan kewajiban salat.
Isra dan Mi’raj merupakan perkara yang haq karena disebutkan secara jelas dan eksplisit dalam Al-Qur’an. Peristiwa ini diyakini benar-benar terjadi, tanpa keraguan sedikit pun, meski akal manusia tidak mampu menjangkaunya secara logis.
Kisah ini sekaligus menjadi ujian keimanan. Manusia yang hanya mengukur kebenaran berdasarkan akal semata berisiko tersesat. Umat Islam diingatkan agar tidak terjebak pada pola pikir yang mengagungkan logika manusia dengan mengesampingkan kekuasaan Allah SWT.
Jika cara pandang tersebut terus dipelihara, ajaran agama yang dianggap tidak masuk akal bisa saja ditolak dan diingkari, na’udzubillahi min dzalik. Pola pikir seperti ini bahkan disebut sebagai cara pandang iblis.
Sebagaimana dikenal dalam ungkapan:
أَوَّلُ مَنْ قَاسَ الدِّيْنَ بِرَأْيِهِ
Artinya: Makhluk yang pertama kali mengukur kebenaran agama dengan akalnya sendiri.
Sebelum Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT dalam peristiwa Mi’raj, dada beliau dibedah dan hatinya dibersihkan. Padahal, Rasulullah SAW sudah ma’shum atau suci dari dosa.
Hal ini dijelaskan oleh pengarang Simthut Durrar, Habib Ali al-Habsyi:
وَمَا أَخْرَجَ الْلأَمْلَاكُ مِنْ قَلْبِهِ أَذَى وَلَكِنَّهُمْ زَادُوْهُ طُهْرًا عَلَى طُهْرٍ
Artinya: Malaikat tidak menghilangkan kotoran dari hati Nabi, tetapi agar hati yang suci semakin menjadi suci.
Pembersihan hati tersebut dilakukan sebelum Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu. Ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang merasa banyak dosa, bahwa menghadap Allah SWT seharusnya didahului dengan membersihkan hati.
Perintah salat dalam Al-Qur’an menggunakan lafadz أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ (dirikanlah salat), bukan اِفْعَلُوْا الصَّلَاةَ (lakukanlah salat). Perbedaan ini memiliki makna yang mendalam.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Kliwon 13 Januari 2026: Hari Baik untuk Menanam dan Berburu
Fi’lusshalat cukup berarti melakukan salat dengan memenuhi rukun dan syarat secara lahiriah. Namun iqâmatussalat memiliki makna yang lebih luas, yakni:
اِتْيَانُ الصَّلَاةِ بِحُقُوْقِهَا الظَّاهِرَةِ وَ حُقُوْقِهَا الْبَاِطَنَة
Artinya: Melaksanakan salat dengan menunaikan hak-hak lahir dan batin, termasuk kekhusyukan.
Dengan demikian, salat yang dikehendaki dalam Al-Qur’an bukan sekadar gerakan, melainkan ibadah yang dilakukan dengan hati yang hadir, suci, dan khusyuk.
Ulama besar Hatim al-Asham pernah ditanya tentang bagaimana cara mencapai khusyuk dalam salat. Ia menjawab:
أَقُوْمُ وَ أُكَبِّرُ لِلصَّلَاةِ وَ أَتَخَيَّلُ الْكَعْبَةَ أَمَامَ عَيْنِيْ
Artinya: Aku berdiri dan bertakbir untuk salat sambil membayangkan Ka’bah berada di hadapanku.
وَالصِّرَاطَ تَحْتَ قَدَمِيْ وَالْجَنَّةَ عَنْ يَمِيْنِيْ وَالنَّارَ عَنْ شِمَالِيْ وَمَلَكَ الْمَوْتِ وَراَئِيْ
Artinya: Aku membayangkan shirath berada di bawah kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, dan malaikat maut di belakangku.
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa salat yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar bukanlah sekadar fi’lusshalat, melainkan iqâmatussalat, salat yang dilakukan dengan kekhusyukan, kehadiran hati, dan jiwa yang bersih.
Momentum Isra Miraj 2026 ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali memperbaiki kualitas salat, bukan hanya dari sisi gerakan, tetapi juga dari kedalaman hati dan keimanan. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah Isra Miraj. Amin Ya Rabbal Alamin.
