Khutbah Jumat 16 Januari: Mencari Keberkahan di Jumat Terakhir Bulan Rajab
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
16 - Jan - 2026, 09:12
JATIMTIMES - Jumat ini terasa lebih istimewa. Selain menjadi hari yang dimuliakan dalam Islam, umat Muslim juga berada di penghujung bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang penuh keutamaan.
Jumat terakhir di bulan Rajab kerap dijadikan momentum untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, serta memohon keberkahan kepada Allah SWT sebelum memasuki bulan Syakban dan Ramadan.
Baca Juga : Layanan SIM Polresta Malang Kota Tutup 16 Januari, Pemohon Ada Dispensasi
Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk mencari berkah dengan memperkuat iman, memperbanyak istighfar, dan menyiapkan hati agar lebih siap menyambut bulan-bulan mulia berikutnya.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، الدَّاعِي اِلَى بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ، تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. أَحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ بِالْعَجْزِ عَنْ اَلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدُ أَصْفِيَائِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Hari ini kita berada di penghujung bulan Rajab, salah satu bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Allah menegaskan hal ini dalam firman-Nya pada surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.”
Bulan Rajab menjadi awal dari rangkaian bulan-bulan yang penuh keberkahan. Seperti halnya seorang petani yang menanam benih di awal musim, pada bulan Rajab inilah kita diajak untuk mulai menanam berbagai amal kebaikan.
Apa yang ditanam di bulan ini akan menjadi bekal dan pondasi untuk meraih keberkahan di bulan-bulan berikutnya, terutama ketika memasuki bulan suci Ramadhan.
Para ulama banyak memberikan gambaran indah tentang keutamaan bulan Rajab. Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi mengibaratkan Rajab sebagai angin yang meniupkan benih-benih kebaikan. Sebagian ulama lainnya memandang Rajab sebagai awal pertumbuhan sebuah pohon, ketika daun-daunnya mulai bermunculan.
Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Rajab ini dengan sebaik-baiknya. Pada bulan yang mulia ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, seperti melaksanakan salat sunnah, berpuasa sunnah, memperbanyak shalawat kepada Nabi, istighfar, serta memperbanyak sedekah.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa malam yang memiliki keutamaan khusus. Salah satunya adalah malam ke-27 bulan Rajab, yang oleh banyak ulama diyakini sebagai malam Isra’ Mi’raj, yaitu peristiwa agung ketika Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa dalam satu tahun terdapat malam-malam tertentu yang memiliki keutamaan lebih, malam-malam yang sangat dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah.
إِعْلَمُ أَنَّ اللَّيَالِيَ الْمَخْصُوصَةَ بِمَزِيدِ الْفَضْلِ الَّتِي يَتَأَكَّدُ فِيهَا اسْتِحْبَابُ الْإِحْيَاءِ فِي السَّنَةِ خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً
Dalam setahun terdapat lima belas malam istimewa, dan salah satunya adalah malam ke-27 bulan Rajab. Malam ini dikenal sebagai malam Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa besar yang sarat dengan keberkahan.
Pada malam tersebut, dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah sebanyak dua belas rakaat. Setiap rakaat diawali dengan membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan salah satu surat Al-Qur’an. Setelah dua rakaat, dilakukan tasyahud dan salam. Setelah itu, dianjurkan memperbanyak zikir, di antaranya:
• Membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar masing-masing sebanyak 100 kali.
• Membaca istighfar sebanyak 100 kali.
• Membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali.
Setelah itu, kita dianjurkan bermunajat kepada Allah SWT, memohon segala hajat, baik urusan dunia maupun akhirat. Pada pagi harinya, ibadah tersebut dilanjutkan dengan berpuasa sebagai penyempurna amalan malam.
Imam al-Ghazali kemudian menyimpulkan:
فَإِنَّ اللَّهَ يَسْتَجِيبُ دُعَاؤَهُ كُلَّهُ إِلَّا أَنْ يَدْعُوَ فِي مَعْصِيَةٍ
Artinya, siapa saja yang menghidupkan malam ini dengan ibadah lalu berdoa kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan seluruh doanya, kecuali doa yang mengandung kemaksiatan atau keburukan. Semoga kita semua dimudahkan untuk meraih keberkahan malam yang agung ini.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Selain itu, Syaikh Ali al-Ajhuri sebagaimana dikutip dalam kitab Khulasatul Atsar menyebutkan adanya amalan khusus di akhir Jumat bulan Rajab. Disebutkan bahwa siapa saja yang membaca kalimat:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ
Ahmadu Rasulullah, Muhammadun Rasulullah
Dibaca sebanyak 35 kali ketika khatib berada di atas mimbar, maka Allah akan melapangkan rezekinya sehingga harta tidak terputus darinya selama setahun.
Al-Habib Ali bin Hasan Baharun juga menukil keterangan dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith:
Baca Juga : Doa dan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab 1447 H, Rezeki Tak Akan Putus
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: “Sebuah amalan agar rezeki tidak terputus sepanjang tahun, yaitu membaca zikir ini sebanyak 35 kali pada Jumat terakhir bulan Rajab saat khutbah kedua. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti hasilnya.”
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Berbagai keutamaan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa bulan Rajab adalah waktu yang sangat berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan sampai kesempatan mulia ini berlalu begitu saja tanpa diisi dengan amal dan ibadah, melainkan hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Mari kita isi sisa bulan Rajab ini dengan memperbanyak amal kebaikan. Bulan Rajab merupakan pembuka bagi bulan-bulan mulia berikutnya, yaitu Sya’ban dan Ramadhan.
Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa dan ibadah di bulan ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Doa ini mengajarkan kepada kita agar menjadikan bulan Rajab sebagai sarana persiapan untuk menyambut Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Sebagai umat Islam, marilah kita manfaatkan sisa bulan Rajab ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa nilai dan amal.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan bersih, siap, dan penuh keberkahan. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ
إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
