Pinstripe menjadi trend yang kian diminati anak muda, khususnya para pecinta otomotif yang ingin menghias bagian motornya.
Dengan dekorasi garis, font (jenis huruf), ataupun objek gambar di salah satu bagian, motor ataupun mobil tampak terlihat menarik.
Menurut pengertiannya, pinstripe adalah salah satu teknik dalam kustom painting yang menyajikan sebuah nilai artistik dengan karakter yang khusus.
Sepintas, pinstripe terlihat sama antara airbrush. Hanya saja, pinstripe menggunakan kuas khusus untuk membentuk ornamen garis, font ataupun objek gambar.
Tentu saja secara tekstur ornamen gambar akan memiliki perbedaan dengan airbrush.
Harga kuas pinstripe tergolong relatif mahal. Setiap satu set kuas yang berisi 6 buah, harganya hampir Rp 2 juta.
Kuasnya memiliki bulu panjang agar cat dapat tersimpan lama, sehingga tidak cepat habis saat disapukan pada media gambar.
Kreasi pinstripe digeluti seorang pemuda bernama Abe. Dia pembuat pinstripe di salah satu bengkel motor di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Cowok gondrong ini kerap mendapat pesanan membuat ornamen pinstripe. Pesanan kadang datang dari teman-temannya sendiri ataupun komunitas motor klasik.
"Kebanyakan pemesannya dari mereka yang punya motor custom sama pemilik mobil-mobil klasik," ujar Abe kepada MALANGTIMES.
Abe terus belajar untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya. Boleh dibilang, masih belum banyak orang yang memiliki keahlian seperti dimiliki Abe. (*)
