Densus 88 Lakukan Penggerebekan di Singosari, Benarkah Terduga Teroris? | Sidoarjo TIMES

Densus 88 Lakukan Penggerebekan di Singosari, Benarkah Terduga Teroris?

May 15, 2018 13:50
Rumah tempat tinggal terduga teroris telah kosong dalam kondisi pintu rusak tersegel. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Rumah tempat tinggal terduga teroris telah kosong dalam kondisi pintu rusak tersegel. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Sebuah hunian di Perumahan Banjararum Asri Blok BB No 9 RT 15/RW 11 Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (15/5/2018) dini hari didatangi oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. 


Dari informasi di lokasi, kedatangan petugas bersenjata lengkap ini guna melakukan penggeledahan atau penggerebekan terhadap terduga teroris. Berdasarkan informasi yang diterima MalangTIMES, dalam operasi yang digelar pukul 02.00 tersebut berhasil mengamankan penghuni rumah yakni SA alias Abu Umar, 37 tahun, dan WMW, 40 tahun.


Penggerebekan tersebut dibenarkan warga sekitar. Fatmawati, tetangga depan rumah korban mengungkapkan, sekitar pukul 02.00 dini hari dia mendengar suara gaduh di lokasi rumah SA dan WMW. "Tadi malam tahu (ada penggerebekan) tapi saya nggak berani keluar. Didobrak di atas jam 02.00. Saya baru salat, sudah ramai-ramai," ujar perempuan 64 tahun tersebut.


"Ada banyak yang datang, petugas. Sudah ga ada sekarang, (rumahnya) sudah kosong. Dibawa semua (oleh petugas)," tambahnya. Sehari-hari, menurut Fatmawati rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga, yakni dua perempuan dan seorang laki-laki. Dia sendiri baru berani keluar rumah sekitar pukul 05.00. "Pagi ada garis polisi yang baru dilepas, saya tanya polisi katanya patroli. Karena takut saya masuk lagi," jelasnya.


Menurut Fatmawati, keseharian penghuni rumah cenderung tertutup. Bahkan, meski telah menempati rumah tersebut selama dua bulan tetapi tidak ada interaksi dengan tetangga. "Biasanya kalau ada orang datang di sini kan ngasih (memberi makanan) menandakan kalau dia pindah ke sini. Ini kok enggak. Terus saya itu pernah mencoba menyapa saat salah seorang perempuan membersihkan rumput, tetapi orangnya langsung lari masuk rumah," urainya. 


"Ngomong sama tetangga itu nggak pernah. Terus ada suaminya, datangnya malam langsung motornya ditaruh belakang (rumah)," ujarnya. Selain itu, ada kebiasaan lain yang berbeda dibanding warga lain. Misalnya saat membeli sayur, penghuni rumah biasanya hanya meminta dari balik jendela. "Kalau pagi itu kan ada tukang sayur, mereka dari jendela ngomong minta ini itu nanti didatangi. Kalau mau keluar jauh pake go car," terangnya.


Penghuni rumah tersebut juga tidak pernah mengikuti kegiatan warga. Termasuk di pos jaga, nama penghuni rumah tidak tertera di jadwal ronda siskamling. "Di sini ada pengajian, PKK nggak pernah ikut. Kalau tamu juga nggak pernah ada kelihatannya," paparnya. 


Berdasarkan pengamatan MalangTIMES, rumah tersebut saat ini disegel menggunakan dua palang kayu. Pintu tersebut dalam kondisi rusak kunci pintunya yang tampak seperti dipaksa dibuka. Di dalam rumah tak banyak barang, di ruang tamu tampak ada kompor dan alat-alat masak serta kain-kain. Sementara di belakang rumah terdapat dua motor yang ditinggalkan begitu saja, yakni bernopol AG 4727 MJ dan N 3586 TBA.

Topik
Berita Malang tim densus 88 Mabes Polri penangkapan teroris

Berita Lainnya