Toko Bumi dan Bangunan milik Arik Riayanto yang berada di komplek pertokoan Jalan Pantura Asembagus RT.001/RW.004 Kampung Tengah, Desa/Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo di lalap si jago merah.
Untuk memadamkan kebakaran tersebut, 4 unit pemadam kebakaran diterjunkan, bahkan Kapolres Situbondo AKBP. Awan Hariono terjun langsung menyaksikan pemadaman kobaraan api tersebut, Kamis (5/7/2018).
Kebakaran hebat itu pun membuat warga di komplek pertokoan Jalan Raya Asembagus panik dengan suara ledakan dari dalam toko bangunan tersebut. Menurut keterangan Anton salah seorang karyawan toko yang terbakar itu mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun akibat tiupan angin yang cukup kencang dan banyaknya barang di dalam toko bangunan yang mudah terbakar, maka hampir 2 jam api masih belum bisa dijinakkan. "Walaupun 4 unit mobil pemadam kebakaran sudah diterjunkan oleh Damkar Kabupaten Situbondo, kobaran api yang tertiup angin tersebut tidak mudah ditaklukkan," kata Anton.
Menurut Anton, salah satu penyeb kobaran api itu tidak cepat dipadamkan karena angin kencang. "Dugaan awal api berasal dari korsleting listrik. Sekitar jam 9 lampu padam, pemilik toko menyalakan genset, tak lama kemudian tiba-tiba ada nyala api dari genset," ujar Anton.
Anton menyatakan jika api sudah meninggi dari ruang belakang dan terus membakar pipa plastik serta barang-barang di sekitarnya. "Ada selisih setengah jam waktu dari saat genset dinyalakan, kemudian terjadi kebakaran," terang Anton.
Anton juga mengatakan, perkiraan kerugian ditaksir kurang lebih mencapai miliaran rupiah. "Kerugian kemungkinan miliaran rupiah, sebab masih banyak barang- barang yang belum terjual," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariyono turun langsung mengendalikan situasi di wilayah kebakaran tersebut. "Arus lalu lintas hingga pukul 12.00 WIB siang ini cenderung bisa diatasi. Arus lalu lintas saat ini lancar," ucapnya.
Hingga berita ini dirilis, kepulan asap masih tersisa. Sementara kobaran sudah dapat ditaklukkan oleh petugas Damkar. Api sudah tak berkobar lagi, namun petugas masih terus menjinakkan api yang tersisa. (*)
