Jelang dilantik, Wakil Wali Kota Malang terpilih Sofyan Edi Jarwoko mengaku kasus korupsi berjamaah yang belum lama ini diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berpengaruh.
Menurutnya, kasus korupsi yang menimpa dan sempat mencoreng nama baik Kota Malang itu tidak membuat dirinya khawatir.
Dia hanya berharap pemerintahan yang akan ia pimpin bersama Wali Kota Malang terpilih Sutiaji ke depan dapat berjalan lancar.
"Sama sekali tidak ada kekhawatiran, kami akan mulai melakukan pemulihan, terutama kepercayaan masyarakat dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) itu sendiri," katanya saat bertemu MalangTIMES, Sabtu (22/9/2018).
Lebih jauh dia menyampaikan jika seluruh jajaran pemerintah Kota Malang harus menjadikan peristiwa korupsi berjamaah tersebut sebagai pelajaran penting. Namum tidak harus terus tertekan dan takut dengan segala kemungkina. Sehingga layanan publik kembali berjalan dengan semestinya.
Politisi Golkar itu menyebut, peraturan yang ada akan dijadikan panglima dalam masa pemerintahannya. Sepanjang aturan yang dibuat dijalankan dengan benar, maka ia optimis kepercayaan masyarakat dan nama baik Kota Malang akan mampu dipulihkan.
"Kepercayaan terutama di OPD secara personil dan peningkatan etos kerja akan dipulihkan. Karena yang paling utama memang mengembalikan kepercayaan publik," jelasnya.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang terpilih, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko dijadwalkan dilantik di Gedung Grahadi Surabaya pada Senin (24/9/2018) mendatang. Sementara pada Minggu (23/9/2018) besok, keduanya akan melakukan gladi bersih.
"Saya dan Pak Sutiaji sudah menyiapkan semua, dan besok akan gladi bersih berangkat ke Surabaya jam 08.00 WIB," pungkasnya.
