Polisi Tetapkan Tersangka Mandor dan Operator Lift di Proyek RSI Unisma | Sidoarjo TIMES
Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak Aturan  5

Polisi Tetapkan Tersangka Mandor dan Operator Lift di Proyek RSI Unisma

Nov 12, 2020 12:13
Infografis
Infografis

Polisi menetapkan dua orang tersangka dalam Kasus kecelakaan maut proyek pembangunan gedung 9 lantai Rumah Sakit Islam Universitas Islam Malang (RSI Unisma). 

Dua orang itu dari pihak pelaksana proyek PT Dwi Ponggo Seto yakni BW, kepala mandor  dalam proyek dan CA operator lift dalam insiden kecelakaan pada (8/9/2020). Dalam kecelakaan kerja itu, lima orang pekerja tewas, dan lima pekerja mengalami luka-luka. 

Baca Juga : Cari Mangsa lewat Media Sosial, Korban Digaet di BiroJomblo

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan, penetapan kedua tersangka setelah pihak Satreskrim Polresta Malang Kota menjalani proses penyelidikan hingga sampai pada gelar perkara yang mengerucutkan dua tersangka. "Perkembangan usai gelar sudah ada dua tersangka yang ditetapkan," jelasnya.

Ditetapkannya dua orang tersangka ini, lantaran peran keduanya cukup vital. BW yang diketahui sebagai kepala mandor, seharusnya melakukan pengawasan dan pelarangan bilamana para pekerja melakukan hal-hal yang tak sesuai dengan peruntukannya. Seperti halnya penggunaan lift proyek yang diperuntukkan untuk barang.

"Sebagai kepala mandor, tentunya dia bertanggungjawab terhadap anak buahnya. Baik itu dari sisi perlengkapan kerja maupun dari sisi keamanannya," jelasnya.

Sementara itu, untuk peran dari CA, sebagai operator tentunya ia sudah mengetahui peruntukan dari lift proyek tersebut. Lift proyek tersebut merupakan lift barang yang tidak diperuntukkan untuk mengangkut manusia. Namun saat itu, meski sudah mengetahui lift digunakan mengangkut manusia, operator ini tetap saja menjalankan lift tersebut. "Operator ini bukan juga korban luka. Karena operator ini menjalankan lift dari luar lift," bebernya.

Lebih lanjut dijelaskannya, jika dalam hal ini, pihaknya lebih mengarah terhadap tindakan kelalaian dari pelaku. Sehingga akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 359 KUHP 

tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia subsider pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka-luka. "Ancaman hukum terhadap pelaku maksimal lima tahun penjara," terangnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, mengenai informasi awal yang sempat menyebutkan jika proyek pembangunan gedung rumah sakit ini tak berizin, apakah termasuk dalam unsur kelalaian atau tidak, dijelaskan Kasat Reskrim jika hal ini berbeda. 

"Beda dengan pasal 359 an 360. Pasal ini kelalaian dalam pekerjaan. Kalau terkait tentang izin, kami dalami lagi, karena ini berbeda. Ini pekerjaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Kalau izin kan lebih kepada Disnaker, maupun pihak perizinan," terangnya.

Baca Juga : Pengamat Mode: Masker Jadi Pelengkap Fashion dan Bentuk Kenormalan Baru

Terkait potensi adanya penambahan tersangka dalam kasus proyek maut di RSI Unisma tersebut, pihak menegaskan masih melakukan pendalaman lebih lanjut. "Masih kita dalami lagi untuk yang lainnya," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, jika dalam proyek pembangunan gedung RSI Unisma, sempat terjadi insiden kecelakaan kerja yang menewaskan lima orang pekerja dan lima orang lainnya luka-luka. 

Saat itu, para pekerja terjatuh usia menaiki lift untuk menuju ke lantai enam. Namun baru sampai di lantai empat, lift tersebut tiba-tiba jatuh lantaran tali sling putus karena beban terlalu berat. 10 dari 11 pekerja yang menaiki lift tersebut kemudian terjatuh, sementara satu pekerja masih bisa selamat lantaran bergantung pada besi rangka lift.

Untuk diketahui, selain telah ditetapkan dua orang tersangka, kegiatan pembangunan di RSI Unisma masih berlanjut. Padahal, izin pembangunannya belum dikantongi. Apa alasan Yayasan Unisma Malang nekat melanjutkan kegiatan pembangunan gedung 9 lantai di RSI Unisma? Bagaimana juga pendapat para pakar hukum atas kejadian kecelakaan kerja, hingga resiko keberadaan bangunan yang berdiri tanpa izin? Simak ulasan berikutnya di liputan khusus yang disajikan malangtimes.com secara berseri. 

Dalam liputan khusus ini juga menyajikan kelonggaran yang diberikan Wali Kota Malang Sutiaji kepada RSI Unisma untuk melanjutkan pembangunan meskipun belum mengantongi izin. Tak ketinggalan respons wakil rakyat atas kelonggaran yang diberikan oleh wali kota. Mungkinkah akan dilakukan tindakan tegas hingga pembongkaran terhadap gedung?, simak terus Malangtimes.com.

 

Topik
Proyek RSI Unisma Nekat Tabrak Aturan Proyek RSI Unisma Jatuhnya Lift Proyek RSI Unisma Tersangka proyek RSI unisma

Berita Lainnya