Normalisasi Saluran di Kedungkandang, Satgas Temukan Pohon Pisang Sumbat Aliran Air | Sidoarjo TIMES

Normalisasi Saluran di Kedungkandang, Satgas Temukan Pohon Pisang Sumbat Aliran Air

Dec 11, 2020 11:30
Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan normalisasi saluran drainase. (Foto: Dokumen DPUPR Kota Malang)
Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan normalisasi saluran drainase. (Foto: Dokumen DPUPR Kota Malang)

Lagi dan lagi sampah. Hal itu lah yang selalu ditemui Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang saat melakukan normalisasi saluran drainase. 

Seperti halnya hari ini, Jumat (11/12/2020) saat melakukan kegiatan normalisasi saluran di kawasan Jalan Mayjend Sungkono, Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga : Waspada! Beberapa Titik di Kota Batu Ini Rawan Banjir Luapan dan Genangan Air

 

Saat melakukan normalisasi saluran drainase di pinggiran Jalan Mayjend Sungkono, didapati saluran drainase nampak mengalami penyumbatan. Bahkan, air menggenang dan nyaris meluber ke badan jalan.

Setelah dilakukan pengamatan, sumbatan terjadi lantaran banyak material sampah yang berada di saluran drainase. Terlebih lagi, banyak sampah berukuran besar yang menumpuk seperti batang pohon pisang maupun keranjang buah.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso melalui Koordinator Satgas DPUPRPKP Kota Malang menyayangkan adanya material sampah yang sengaja dibuang ke aliran drainase.

"Di situ ditemukan keranjang buah dan juga ada bekas-bekas sampah kelapa muda, dan material sampah lain," jelasnya.

Diduga, sampah-sampah batang pohon pisang, keranjang buah hingga sisa-sisa sampah buah kelapa muda tersebut, memang sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut ditegaskan, jika dampak akibat membuang sampah sembarang sangatlah serius. Mulai dari kenyamanan yang terganggu, menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, hingga dampak sosial kehidupan lainnya yang sudah pasti menjadi masalah serius akibat perilaku buang sampah sembarangan.

Baca Juga : Masih Ditemukan Sampah saat Normalisasi, DPUPRPKP Ingatkan Imbasnya

 

"Mereka nyari simpelnya. Nggak mau repot buat buang sampah di tempatnya, nggak memikirkan dampaknya," bebernya.

Karena itu, melihat dampaknya meluas, pihaknya kembali mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan lagi kesadarannya untuk peduli terhadap lingkungan. Perilaku buang sampah sembarang, tentunya harus dihilangkan demi keterjagaan lingkungan.

"Kalau masyarakat tertib, lebih peduli terhadap lingkungan, tentunya lingkungan menjadi bersih dan sehat. Masyarakat pun nyaman untuk tinggal, tidak terjadi genangan atau banjir," pungkasnya.

Topik
berita malang hari ini

Berita Lainnya