Ini Penyebab Vitiligo, Penyakit Menahun yang Bikin Stres | Sidoarjo TIMES

Ini Penyebab Vitiligo, Penyakit Menahun yang Bikin Stres

Apr 17, 2021 14:13
Kulit mengalami bercak putih menandakan seseorang terdampak vitiligo
Kulit mengalami bercak putih menandakan seseorang terdampak vitiligo

INDONESIATIMES - Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan warna kulit memudar maupun adanya muncul bercak putih dibeberapa area kulit. Selain dapat menyerang area kulit manapun di tubuh, warna yang memudar ini juga dapat terjadi pada bagian dalam mulut, mata, dan rambut.

Vitiligo tergolong penyakit yang berlangsung jangka panjang (kronis), dan diperkirakan menimpa 1 dari 100 orang. Meskipun dapat menyerang semua orang, vitiligo umumnya terjadi sebelum usia 20 tahun, dan lebih jelas terlihat pada orang yang berkulit hitam.

Baca Juga : Bikin Geleng Kepala, Satgas DPUPRPKP Temukan Bambu 5 Meter saat Normalisasi Saluran

Selain kulit, vitiligo juga bisa memengaruhi rambut (termasuk alis dan bulu mata), bagian dalam mulut dan hidung, serta retina. Seperti diketahui, vitiligo memang tidak mengancam jiwa maupun menular, tapi kondisi ini kerap kali bisa membuat ketidaknyamanan hingga stres.

Lantas, apa penyebab seseorang terkena vitiligo? malangtimes.com merangkumnya untuk Anda.

1. Trauma Fisik
Pada beberapa orang, trauma fisik atau tekanan pada kulit seperti sengatan matahari atau paparan bahan kimia industri tampaknya memicu vitiligo, atau setidaknya mendahuluinya. Vitiligo dapat muncul persis di tempat yang pernah mengalami cedera. Tapi, persisnya mengapa kasus itu dapat terjadi tidak diketahui.

2. Stres Oksidatif
Stres oksidatif bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Ketidakseimbangan tersebut bisa disebabkan oleh paparan sinar UV, polutan, atau faktor lingkungan lainnya. Area tubuh Anda yang terkena vitiligo diketahui paling rentan terhadap stres oksidatif. Semua orang mengalami stres oksidatif di kulit, tetapi mereka yang menderita vitiligo jauh lebih rentan untuk terkena.

3. Keturunan
Vitiligo dapat diturunkan dalam keluarga, tetapi sebenarnya tidak sesering yang mungkin kita kira. Pasalnya, pada sebagian besar kasus vitiligo, tidak ada riwayat keluarga.

Sementara banyak orang bertanya-tanya apakah vitiligo adalah keturunan, masih sulit untuk memprediksi apakah Anda akan mengembangkan vitiligo atau tidak berdasarkan anggota keluarga dengan kondisi tersebut. Bagaimanapun, penyakit autoimun secara umum tampaknya memiliki komponen genetik yang andil menjadi penyebab vitiligo.

Baca Juga : Kenali 6 Gejala Penyakit Liver

4. Gangguan sistem kekebalan (kondisi autoimun)
Para ilmuwan percaya bahwa autoimun berperan dalam vitiligo. Saat itulah sistem kekebalan Anda secara keliru mengidentifikasi bagian tubuh Anda (dalam hal ini sel yang disebut melanosit) sebagai benda asing dan mulai menyerang mereka.

Orang dengan penyakit autoimun lainnya, khususnya penyakit Hashimoto (yang memengaruhi kelenjar tiroid) dan alopecia (yang membuat rambut rontok), lebih mungkin terkena vitiligo juga. 

Secara khusus, para ahli berpikir bahwa jenis vitiligo yang terkait dengan autoimun adalalah vitiligo non-segmental. Vitiligo non-segmental adalah hanya merusak melanosit di satu sisi tubuh. Sejauh ini, kaitan antara vitiligo dan gangguan autoimun lainnya hanyalah sebuah hubungan. Kita tidak bisa mengatakan yang satu menyebabkan yang lainnya. Dan, pengobatan untuk penyakit autoimun lainnya biasanya tidak membantu kondisi vitiligo.

 

Topik
vitiligo penyebab vitiligo tanda tanda vitiligo

Berita Lainnya