Pemerintah Pusat dan Daerah Rencanakan Pembelajaran Tatap Muka Juli | Sidoarjo TIMES

Pemerintah Pusat dan Daerah Rencanakan Pembelajaran Tatap Muka Juli

May 17, 2021 10:33
Pertemuan para guru dengan gubernur Jatim.
Pertemuan para guru dengan gubernur Jatim.

SURABAYATIMES - Kegiatan pembelajaran tatap muka direncanakan akan dimulai pada tahun pelajaran baru 2021/2022 sekitar awal Juli 2021. Hal ini berseiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang ditandatangani menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri agama, menteri kesehatan, dan menteri dalam negeri pada  30 Maret 2021.
 
SKB tersebut berkaitan dengan panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19. Di dalamnya disebutkan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin covid-19. 

Guna memastikan pembelajaran tatap muka berjalan dengan aman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan segala sesuatunya dipersiapkan. Mulai dari vaksinas guru SMA, SMK, dan SLB harus  selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta jam belajar dan jumlah persentase siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka. 

Baca Juga : Suzuki Jimny 5 Pintu Dijual Mulai 2022, Ini Kisaran Harganya

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta pihak SMA, SMK dan SLB se-Jatim wajib membentuk tim satgas covid-19 pada tiap sekolah. Yang tergabung di dalamnya, sesuai dengan kearifan lokal, misalnya guru dan murid pengurus OSIS di sekolah tersebut.

“Satgas covid-19 di masing-masing sekolah harus dipastikan clear. Kalau tidak ada satgasnya, maka guru akan kesulitan untuk menertibkan disiplin protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya, akan lebih mudah mengingatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di sekolah,” ungkap Khofifah saat menerima perwakilan PGRI dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, (16/5) sore.

Khofifah menambahkan, tim satgas covid-19 itu nantinya akan menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan disinfektan di sekolah dan kelas, menyediakan masker untuk yang lupa membawa masker, dan sebagainya. 

Terkait vaksinasi guru, orang nomor satu di Jatim ini meminta kepada kepala Dinkes Jatim untuk mengirim surat dan berkoordinasi dengan kepala Dinkes kabupaten/kota se-Jatim. Tujuannya, pelaksanaan vaksinasi guru dan tenaga pendidik SMA, SMK, dan SLB dipastikan pada akhir Juni sudah seratus persen.

Karena itu, menurut Khofifah,  data vaksinasi untuk guru harus terus dimonitor. Sehingga, diharapkan guru dan tenaga pendidik bisa 100 persen tervaksinasi sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung. 

“Kita harus terus monitor berapa banyak guru yang sudah selesai divaksin, berapa yang baru divaksin sekali, berapa yang belum sama sekali. Termasuk di kabupaten atau kota mana saja harus dimaksimalkan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah kembali mengingatkan penyebaran covid-19 masih berlangsung. Varian baru covid-19 sudah ada yang masuk di Jatim . Karena itu, perlu menjadi perhatian bersama terkait penyebaran covid-19, protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat. Interaksi saat pembelajaran berlangsung dapat dikendalikan.

“Mari semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Jangan sampai lengah . Para kepala sekolah dan guru harus dapat mengendalikan antara gas dan rem,” tambahnya. 

Baca Juga : Trailer Hitman's Wife's Bodyguard, Tampilkan Aksi Gila antara Samuel L. Jackson & Ryan Reynolds

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, hingga saat ini 38 bupati/wali kota sudah memberikan rekomendasi untuk SMA, SMK dan SLB yang sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka. 

Sesuai dengan arahan dari mendikbud, telah direkomendasikan sekolah tatap muka mulai Januari 2021. Diharapkan pada  Juni 2021, seluruh Indonesia sudah melakukan tatap muka dengan target semua guru sudah divaksin. 

Di Jatim sendiri, lanjut Wahid, para guru SMA, SMK dan SLB yang telah melakukan vaksinasi covid-19 dua kali sebanyak 38 persen.  “Kami berharap kepada jajaran Dinkes Jatim pada  Mei 2021 atau Juni 2021, tenaga pendidik dan guru 100 persen sudah divaksinasi dua kali. Supaya pendidiknya sehat, psikologis masyarakat bisa menerima pembelajaran tatap muka dengan tenang. Sehingga rencana kami tatap muka pada awal tahun ajaran 2021/2022, yaitu pada 5 Juli 2021, dapat berjalan aman,” tambahnya. 

Turut hadir pada pertemuan tersebut, antara lain Kadisdik Wahid Wahyudi, Kadinkes Jatim Herlin Ferliana, Dirut RSUD Dr Soetomo sekaligus kordinator kuratif covid-19 Joni Wahyuhadi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Hudiyono, Wakil Ketua PGRI Jatim Sumarto, Sekbiro Advokasi dan Perlindungan Hukum PGRI Jatim Edy Suyatno, Wakil Bendahara PGRI Jatim Asri Sukaryani, Sekbiro Seni Budaya dan Olahraga PGRI Jatim Bambang, Wakil Ketua APKS Jatim Mamik Subagiyo, Bendahara MKKS SMK PGRI Jatim Tanti N. 

Sementara perwakilan dari MKKS, ada Kepala SMKN 5 Surabaya Heru Musanyoto, Kepala SMAN 5 Surabaya Sri Widiati, Kepala SMAN 1 Surabaya Khoiril Anwar, Kepala SMA Hang Tuah Surabaya Hadi Sukiyanto, Kepala SLB Negeri Gedangan Sidoarjo Miseri, MKKS SMAN Sidoarjo Panoyo, dan MKKS SMK Swasta Jatim Kisyanto. 

Topik
pembelajaran tatap muka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Berita Lainnya