Tetap Dingin Meski Panas, Rahasia yang Jarang Orang Ketahui tentang Masjidil Haram | Sidoarjo TIMES

Tetap Dingin Meski Panas, Rahasia yang Jarang Orang Ketahui tentang Masjidil Haram

Sep 13, 2021 12:51
Masjidil Haram (AbdelGhaniBashir/AFP)
Masjidil Haram (AbdelGhaniBashir/AFP)

JATIMTIMES - Masjidil Haram di Makkah, menjadi salah satu lokasi ibadah yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalam Masjidil Haram terdapat Ka'bah yang merupakan kiblat bagi umat manusia.

Setiap orang yang datang ke Masjidil Haram pastinya akan begitu takjub melihat kemegahannya. Meskipun letaknya dikelilingi oleh lembah gunung berbatu, namun Masjidil Haram berdiri kokoh dengan cahaya yang melingkupi.

Baca Juga : Mahasiswa UB Kembangkan Kacang Tunggak untuk Cegah Osteoporosis

Dari dekat, bangunan masjid terbesar di dunia ini memang sangatlah megah. Terlihat jelas jika desainnya adalah hasil karya arsitektur mumpuni yang dibangun oleh material terbaik. Segala hal terkait arsitektur maupun infrastruktur Masjidil Haram, dipikirkan sangat detail dan teliti oleh pemerintah Arab Saudi.

Diolah dari Ensiklopedia Al Fatih, satu hal menarik dari Masjidil Haram adalah, pada keberadaan lantai marmer di area tawaf Ka'bah (mataf). Marmer putih kristal itu berbeda dengan marmer lainnya. Sungguh istimewa marmer putih itu karena selalu terasa dingin meskipun berada di tengah cuaca terik kota Mekkah.

Kaki jemaah haji maupun umrah yang melakukan tawaf mengitari Ka'bah, tak akan merasa kepanasan meskipun suhu di kota Mekkah mencapai 50 derajat sekalipun.

Reasahalharamain, sebuah lembaga yang mengurusi dua masjid suci, Masjidil Haram di Mekah dan Masjidil Nabawi di Madinah mengungkapkan soal keberadaan marmer lantai tersebut. Hal ini dijelaskan melalui video dalam laman media sosial Instagram @Reasahalharamain.

Dijelaskan jika lantai marmer pada Masjidil Haram terbuat dari marmer yang khusus. marmer tersebut didatangkan langsung dari daerah sebelah utara Yunani yang bernama Thassos. Thassos sendiri merupakan sebuah pulau di Yunani yang memiliki luas 380 km². Sejak berabad-abad lamanya, mawar putih dari pulau Thassos ini digunakan orang-orang Romawi.

Dan disinilah rahasia kesejukan lantai Masjidil Haram. Marmer putih tersebut disebut dengan Thassos. Batuan marmer ini terkenal sebagai batuan yang mampu memberikan kesejukan dan meredam panas yang memantul ke lantai.

Bentuknya kian semakin istimewa dan elegan dengan warna putih kristal yang merupakan warna khas batuan alam. Untuk lantai Masjidil Haram, batuan marmer ini diimpor masih dalam bentuk bongkahan batu.

Baca Juga : 3 Orang Pertama yang Masuk Neraka Meski Beramal

Pembentukan marmer Thassos tidaklah sembarangan. marmer ini dibentuk memakai  teknologi canggih di bawah pengawasan para ahli. Sehingga, dari pemrosesan yang berkualitas tersebut menghasilkan marmer yang memiliki keistimewaan.

Tingkat ketebalan marmer sendiri ternyata juga mempengaruhi dari kesejukan lantai Masjidil Haram. Pemasangannya pun juga tidak dilakukan secara sembarangan. Pemasangan dilakukan oleh orang-orang profesional. Marmer ini dipasang secara presisi di setiap sudut untuk kenyamanan bagi para jamaah.

Namun bukan hanya mempertahankan suhu pada cuaca di siang hari, marmer thassos juga dapat menyerap kelembaban di malam hari. Dengan begitu jamaah di Masjidil haram bisa setiap saat merasakan kenyamanan berada di Masjidil Haram, baik malam maupun siang. 

 

Topik
Masjidil Haram keistimewaan masjidil haram

Berita Lainnya