Sosok Pencipta Lambang NU Kiai Ridwan Bakal Dikisahkan dalam Drama Teatrikal Hari Santri | Sidoarjo TIMES

Sosok Pencipta Lambang NU Kiai Ridwan Bakal Dikisahkan dalam Drama Teatrikal Hari Santri

Oct 24, 2021 19:06
Sesi konferensi pers jelang teatrikal Hari Santri. (Foto: Marzuki/JatimTIMES)
Sesi konferensi pers jelang teatrikal Hari Santri. (Foto: Marzuki/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sepenggal kisah Kiai Ridwan Abdullah, pencipta lambang NU, bakal dikisahkan dalam sebuah drama teatrikal pada Selasa (26/10) nanti di Auditorium Universitas Ciputra. Judul acara yang diangkat adalah 'Kanvas Sunyi Kiai Ridwan'.

Penyelenggara teatrikal adalah PC NU Surabaya langsung dengan melibatkan Lesbumi NU serta PC Ansor Surabaya.

Baca Juga : Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri, Madrasah Diniyah Tiudan Gelar Senam dan Kenduri

Sebelum acara dimulai, digelar konferensi pers di kantor PC NU, Minggu (24/10) malam. Hadir secara langsung Gus Sholahuddin Azmi selaku cucu  Kiai Ridwan serta para pemeran yang nantinya akan tampil di  panggung.

Gus Hudin -sapaan akrab Sholahuddin Azmi- menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Lesbumi dan Lembaga Perekonomian PC NU atas acara kegiatan seni drama teatrikal di Hari Santri tahun 2021 ini. Dan, film serta musik akan dipadukan jadi satu nantinya.

"Tentang sejarah pembuatan lambang NU, tak semua tahu lika-liku dan suka-dukanya. Kiai Ridwan diminta Mbah Hasyim  (KH Hasyim Asy'ari) ciptakan lambang NU," ujarnya.

Dalam acara ini Gus Hudin berharap agar ada sesuatu yang bisa diambil dan disuri teladani. Yaitu, ahklak dan adab para kiai NU yang menjadi kisah utama dalam drama teatrikal ini.

Gus Hudin juga mengomentari banyaknya pemain muda dalam drama teatrikal. Menurut dia, itu sengaja dipilih.

"Pemain masih muda, karena  tahun 2026, NU bukan gerakan kiai sepuh, tapi muda. Usia kiai Ridwan 40 tahun, Mbah Wahab 37 tahun, Kiai Mas Alwi juga," bebernya.

Sesi dialognya juga nanti akan dibuat semirip-miripnya "Apa adanya. Ada yang panggil kang, ji dan mas kecuali Hadratus Syekh Kiai Hasyim," kata dia.

Baca Juga : Minim Investor Masuk, DPR Dorong Pelebaran Jalan Nasional di Madura 

Para pendiri NU ini dahulunya, jelas Gus Hudin, masih satu lembaga pendidikan. Yakni, berkumpul di Pondok Demangan milik Syaikhona Cholil di Madura.

"Bentuk panji bukan bendera. Lihat dramanya biar tahu proses Kiai Ridwan ciptakan lambang. Istikharah berkali-kali, karena mintanya Kiai Hasyim  agar bagaimana tak ketinggalan zaman," imbuh dia.

Sementara itu M. Mundzir, pemeran  Kiai Ridwan di teatrikal nanti, mengaku dengan keyakinan tinggi menerima peran tersebut. "Karena sudah perintah kiai. Mau tidak mau harus siap," imbuh dia.

 

Topik
hari santri nasional Kisah pencipta lambang NU Teatrikal Hari Santri Teatrikal Hari Santri

Berita Lainnya