LBP: Liga Boikot Pemilu, Gerakan Baru Rocky Gerung yang Tuai Pro Kontra | Sidoarjo TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

LBP: Liga Boikot Pemilu, Gerakan Baru Rocky Gerung yang Tuai Pro Kontra

Jun 24, 2022 10:07
Rocky Gerung (Foto: IST)
Rocky Gerung (Foto: IST)

JATIMTIMES - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menginisiasi gerakan baru yaitu Liga Boikot Pemilu atau LBP. Gerakan tersebut dibuat sebagai bentuk protes terhadap presidential threshold atau ambang batas pencapresan 20%. 

Bahkan, Rocky akan memimpin langsung gerakan LBP tersebut. Rocky Gerung awalnya meminta partai-partai menggugat ambang batas 20% demi demokrasi. Pengajar ilmu filsafat ini menginginkan ambang batas 0%.

Baca Juga : Dapat Apresiasi dari Ketua TP PKK Jatim, Kades Kendalbulur Optimistis Juara 1 l, Siap Ikut Lomba Tingkat Nasional

"Kalau paham demokrasi nol-kan threshold, minta itu. Kalau kalian masih berusaha koalisi demi merebut tiket, itu artinya kalian nggak paham demokrasi. Kalau kalian nggak paham, saya akan pimpin gerakan untuk boikot pemilu, namanya LBP, Liga Boikot Pemilu," kata Rocky Gerung dikutip dari acara Adu Perspektif dengan tajuk 'Pidato Megawati dan Gerilya Parpol Cari Koalisi' oleh detikcom dan Total Politik, Kamis (24/6/2022). 

Rocky Gerung menilai selama ini partai politik seakan-akan berjalan untuk demokrasi. Namun, saat masuk proses pilpres, untuk maju jadi capres dibatasi ambang batas 20%.

Lebih lanjut, Rocky menjelaskan ambang batas 20% hanya jadi kunci 'dalang' menjelang Pilpres. Menurutnya, penentu permainan tersebut akhirnya memaksa partai-partai politik 'kawin' untuk mencapai ambang batas 20%.

"Ya sudah, nanti itu gue terangin sesi berikutlah. Jadi, saya sarankan Demokrat maju ke Mahkamah Konstitusi, ya PKB berwacana, PKS sudah pasti akan di situ. Bahkan DPD sebagai lembaga mau maju kok. Jadi itu sebagai nasihat dari orang yang prihatin terhadap upacara kawin paksa kalian itu," ucap Rocky.

Rupanya, gerakan LBP ini mendapat pro kontra dari beberapa tokoh politik. Berikut ulasannya:

Reaksi PDIP

Politikus senior PDIP Panda Nababan yang turut hadir, mendengarkan pemaparan Rocky terkait LBP dalam diskusi tersebut. Namun Panda tidak memberikan komentar terkait wacana gerakan LBP yang diinisiasi Rocky. 

"Nggak ada komentar, panjang ceritanya," ujar Panda. 

Reaksi PKB

Di sisi lain, Waketum PKB Jazilul Fawaid tak menyoal wacana gerakan LBP Rocky Gerung. Bagi Jazilul, setiap pemikiran dan pemaparan Rocky memang kerap membuat pencerahan dan pencerdasan.

Jazilul bahkan menyebut dalam tatanan ideal konstitusi banyak hal yang harus diperbaiki. Namun ia mengatakan partainya belum sampai pada tahap ingin mengajukan gugatan ambang batas 20%.

Baca Juga : Turun Jalan, Pemuda Milenial Tuban Deklarasi Dukung Capres - Cawapres Prabowo - Cak Imin

"Tapi bagi PKB, belum pada level itu kami untuk berpikir untuk misalkan 0% begitu. Tapi setidaknya, kita sudah mengalami sebenarnya pada periode-periode awal, sebenarnya presidential threshold hampir sama dengan parliamentary threshold, sekitar 3-5%," kata Jazilul.

Reaksi PPP

Merespons gerakan LBP ini, PPP meminta agar Rocky Gerung berhenti membuat sensasi. 

"Rocky Gerung kok baru kali ini, ketentuan 20% kursi atau 25% suara itu sudah pemilu 2009, kenapa baru hari ini? Jadi ya cari sensasi aja menurut saya dan masyarakat sudah cerdaslah," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek.

Awiek lantas menilai masyarakat tak akan memberikan suaranya pada pemilu jika dirasa tak ada yang sesuai dengan pilihan mereka. Oleh sebab itu, ia meminta Rocky berhenti membuat sensai. 

"Jadi masyarakat tidak sesuai dengan pilihannya tidak memilih, jadi sebaiknya berhentilah bikin sensasi-sensasi yang tidak perlu saya kira," tutur Awiek.

Menurutnya, PT 20% sudah diterapkan sejak Pilpres 2009 lalu. Ia pun heran dengan Rocky yang baru mempermasalahkan ambang batas pencapresan ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Rocky Gerung Pilpres 2024

Berita Lainnya