Longsor Dominasi Bencana di Kabupaten Malang, Hingga Pertengahan September 2022 ada 42 Kejadian | Sidoarjo TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Longsor Dominasi Bencana di Kabupaten Malang, Hingga Pertengahan September 2022 ada 42 Kejadian

Sep 21, 2022 11:45
Bencana tanah longsor yang terjadi di Malang Selatan pada awal September 2022 lalu. (Foto : BPBD Kabupaten Malang for Jatim TIMES)
Bencana tanah longsor yang terjadi di Malang Selatan pada awal September 2022 lalu. (Foto : BPBD Kabupaten Malang for Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Tekstur tanah serta kondisi geografis yang sebagian terdiri dari kawasa bertebing dan perbukitan membuat  wilayah Kabupaten Malang, terutama di kawasan perbatasan, rawan longsor.

Terbaru, pada akhir pekan lalu, tepatnya  Jumat (16/9/2022), tercatat sedikitnya ada tiga rumah warga dan kandang ternak yang ada di Dusun Ganten, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, terdampak longsor.

Baca Juga : Gandeng TNI-AL, Bupati Sanusi Operasionalkan Kapal Cepat Rescue dari BNPB

Penyebabnya diduga karena curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing yang ada di lokasi kejadian tidak kuat menahan beban berat dari adanya pembangunan kandang sapi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, bencana longsor dari tahun ke tahun mendominasi kejadian musibah di Kabupaten Malang.

"Terhitung dari awal tahun hingga bulan September (2022), bencana di Kabupaten Malang didominasi longsor. Rekap datanya menyebut hingga pertengahan bulan ini (September) ada 42 peristiwa (longsor)," kata Sadono kepada JatimTIMES.com.

Dari data inventaris kejadian dan bencana yang ditangani BPBD, nyaris semua wilayah di Kabupaten Malang berpotensi terjadi longsor. Namun, daerah paling rawan terjadi di Kabupaten Malang adalah pinggiran atau perbatasan.

"Karena kontur tanahnya membuat hampir semua wilayah di Kabupaten Malang rawan longsor. Paling rawan ya seperti di daerah (Kecamatan) Pujon, Ngantang, Kasembon. Kemudian juga di Jabung, Poncokusumo, Wajak, Tajinan. Bergeser ke Malang Selatan ada Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, hingga Sumawe (Sumbermanjing Wetan)," jelasnya.

Sementara itu, dari analisis BPBD,  longsor di Kabupaten Malang mayoritas dipicu karena intensitas curah hujan yang tinggi. Akibatnya, tekstur tanah terutama di kawasan perbukitan dan tebing tidak kuat menahan beban, sehingga menyebabkan bencana susulan berupa tanah longsor.

"Biasanya (penyebab longsor) karena diguyur hujan deras. Tapi sebagian juga ada beberapa kejadian longsor yang disebabkan karena banjir," ulasnya.

Baca Juga : Insiden-Insiden Paling Mengerikan saat Siaran Langsung Televisi

 

Jika di-flash back pada tahun 2021, dijelaskan Sadono, angka kejadian dan bencana di Kabupaten Malang tercatat ada 267 peristiwa. Rinciannya, dari total 267 itu, sebanyak 198 insiden merupakan bencana. Sedangkan 69 sisanya adalah kejadian alam yang mengakibatkan musibah. Misalnya gempa dan pohon tumbang.

"Dari 198 bencana yang terjadi di sepanjang tahun 2021, lebih dari 50 persen  merupakan bencana longsor. Sedangkan di sepanjang tahun lalu ada 117 kejadian longsor," jelas Sadono.

Bergeser ke  2022, persentasenya masih sama. Yakni dari 81 kejadian dan bencana yang ditangani BPBD Kabupaten Malang, lebih dari 50 persen di antaranya merupakan bencana tanah longsor.

"Iya, dari 81 kejadian dan bencana yang kami (BPBD Kabupaten Malang) tangani hingga pertengahan September (2022), 42 bencana merupakan peristiwa tanah longsor," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tanah Longsor BPBD Kabupaten Malang

Berita Lainnya