JATIMTIMES - Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus rabies pada hewan peliharaan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo menggelar vaksinasi rabies untuk ratusan hewan peliharaan se Kabupaten Situbondo, Kamis (20/7/2023).
Kegiatan yang diselenggarakan di kantor Disnakkan Situbondo selama pada tanggal 20, 21, 24 dan 25 Juli 2023 tersebut nantinya menyasar sekitar 150 hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, musang, dan monyet.
Baca Juga : Beda Menabung Uang di Bank Vs Investasi Ala Lo Kheng Hong
Kepala Disnakkan Situbondo, Achmad Junaidi, melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Sulistiyani mengatakan, vaksinasi rabies ini diselenggarakan di tiga lokasi. Yakni Kantor Disnakkan Situbondo; Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih; dan Desa Balung, Kecamatan Kendit.
"Untuk masyarakat kota dan sekitarnya vaksinasi rabies berlangsung di halaman belakang kantor Disnakkan Situbondo hari Kamis dan Jumat, 20-21 Juli 2023. Kemudian di Desa Balung itu hari Senin, 24 Juli dan di Desa Wonorejo itu hari Selasa, 25 Juli," ujarnya.
Sulistiyani atau akrab disapa Sulis melanjutkan, dipilihnya lokasi vaksinasi tersebut berdasarkan jumlah populasi hewan peliharaan.
"Dipilih lantaran banyak populasi hewan peliharaan. Sehingga berpotensi terpapar penyakit rabies," ungkapnya.
Lebih lanjut sulis menjelaskan, Hewan peliharaannya disejumlah lokasi tersebut mayoritas di lepas dan itu rentan terpapar penyakit rabies. Seperti daerah Wonorejo berbatasan dengan Banyuwangi. Jadi tidak menutup kemungkinan lalu lintas anjing di daerah itu lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Meskipun Kabupaten Situbondo bebas rabies, kata Sulis, pihaknya tetap mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran penyakit yang bisa menular ke manusia ini.
"Jadi vaksin ini tujuannya untuk memberikan kekebalan pada tubuh hewan pembawa rabies. Seperti anjing, kucing, musang, dan monyet," tegasnya.
Baca Juga : Peduli Difabel, Polres Situbondo Fasilitasi Pembuatan SIM D Anggota PPDiS
Sulis mengungkapkan, penyakit rabies sangat berbahaya bila sudah menginfeksi manusia. Sebab penyakit tersebut menyerang safar otak, sehingga penderitanya akan mengalami halusinasi.
"Penularan ke manusia ini yang perlu kita antisipasi, karena resiko kematiannya sangat tinggi bila terlambat ditangani. Vaksin Anti Rabies (VAR -red) nya ini juga tidak mudah untuk mendapatkannya. Untuk sekarang yang ada ya di rumah sakit di Bali. Tetapi kami belum menanyakan di sini (rumah sakit di Situbondo -red) itu ada apa tidak, makanya kita lebih baik sedia payung sebelum hujan," bebernya.
Untuk itu, kata Sulis Disnakkan menghimbau kepada masyarakat Situbondo yang mempunyai hewan peliharaan agar mendatangi dokter hewan terdekat.
"Untuk masyarakat, jangan menunggu program vaksinasi rabies gratis dari pemerintah. Sebabnya jumlahnya kan terbatas, hanya 150 dosis. Ini fungsinya untuk pencegahan," pungkasnya.
