JATIMTIMES - Annual Workshop 2023 kembali digelar di Gedung Ali Bin Abi Thalib SMP Raudlatul Jannah, Waru, Sidoarjo. Annual Workshop ini merupakan acara yang kesepuluh yang berhasil digelar secara bergiliran dari tiga sekolah. Yakni Perguruan Islam Raudlatul Jannah, LPI At Taqwa dan Sekolah Nurul Hikmah.
Ajang rutin tahunan yang diselenggarakan oleh SMP Raudlatul Jannah Sidoarjo ini bertujuan mengajak para pendidik untuk meningkatkan kreativitas juga inovasi dalam mengajar sesuai dengan program pemerintah Merdeka Belajar. Acara dihadiri oleh 25 institusi pendidikan yang turut memeriahkan acara dengan jumlah peserta sebanyak 465 orang. Seluruh guru sangat antusias dalam gelaran kali ini.
Baca Juga : UIN Maliki Malang Terima Kunjungan Rajamangala University Thailand
Ketua Perguruan Islam Raudlatul Jannah, Direktur LPI At Taqwa sekaligus Direktur Sekolah Nurul Hikmah H Nur Hidayat mengaku, Annual Workshop 2023 ini ajang untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para guru agar mengajarnya tambah baik.
“Ajang tahunan ini memang rutin kami gelar di lingkungan Yayasan Raudlatul Jannah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga setiap tahun ada kreativitas dan inovasi terus menerus dari para guru. Ini juga dalam menerapkan sistem Merdeka Belajar,” ungkapnya, Kamis (28/12/2023).
“Tentu saja, itu bagian dari upaya besar kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah. Mulai dari KB, TK, SD, SMP dan SMA termasuk Daycare. Itulah mengapa setiap tahun kita gelar acara serupa. Sekarang ini sudah tahun ke-10 dan kegiatannya dilakukan secara bergantian di Roudlotul Jannah, At Taqwa dan Nurul Hikmah bergantian secara periodik,” imbuhnya.
Konsultan Perguruan Islam Raudlatul Jannah H Suhadi Fadjaray juga menjelaskan, pada prinsipnya kalau guru mengajar itu selama 10 tahun lalu dengan sekarang jangan sama, atau monoton saja. Tetapi harus ada peningkatan, makanya setiap tahun harus menemukan inovasi baru. Inovasi itu dilakukan secara menyilang bersama dengan guru-guru yang lain yang ada di sekolah-sekolah ini. “Sehingga ketiga sekolah ini kualitasnya menjadi seimbang,” jelasnya.
Lebih lanjut, bahkan kualitas tersebut tidak dinikmati sendiri. Dengan adanya ‘Annual Workshop’ ini adalah menularkan ilmu, berbagi kaualitas kepada sekolah yang lain agar mereka juga menikmati inovasi-inovasi kami.
“Kami juga tidak akan khawatir kalau ditiru, justru diundang ini silahkan ditiru, dan itu nanti akan menjadi amal jariyah kami. Dengan harapan untuk tahun depan kami sudah menemukan kualitas yang baru lagi,” terangnya.
Baca Juga : Surat Bunuh Diri Ungkap Tragedi Pembunuhan di Republik Ceko
Dengan begitu menjadikan sekolah yang Continuous Impruvement terus tumbuh. Tidak hanya puas pada pencapaiannya yang sudah ada. “Alhamdulillah sebelum ada kurikulum merdeka sekolah kami sudah menjalankan duluan, yang konsepnya juga banyak yang linier dengan kurikum merdeka,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo NG. Tirto Adi juga memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya acara annual workshop ini dan berharap perkembangan di dunia pendidikan semakin meningkat.
Beberapa guru juga menerima penghargaan atas prestasinya. Diantaranya Choirotul Aftafiyani Mahrom SD Raudlatul Jannah 2 yang mendapat juara 1 Annual Workshop Integrative Handbook kategori jenjang atas. Adapun peserta yang ikut dalam ‘Annual Workshop’ Raudlatul Jannah Sidoarjo, berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Tulungagung, Jember, Bangil, Malang, Kertosono, Nganjuk, Gresik, Kabupaten Malang.
