JATIMTIMES - Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Wahyu Hidayat berkomitmen untuk dapat terus menebar kemanfaatan. Hal itu juga termasuk dilakukan selama masa kampanye menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2024.
Upaya menebar kebermanfaatan itu dilakukan dengan menyalurkan sembako yang dapat ditebus dengan harga murah. Yakni hanya seharga Rp 1.000 saja.
Baca Juga : Benarkah Tidak Boleh Makan Pisang di Pagi Hari? Ini Faktanya Menurut Medis
Program tebus sembako murah ini dilakukan secara merata di semua titik yang menjadi lokasi kampanye paslon nomor urut 1 tersebut. Baik oleh Wahyu Hidayat maupun calon wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.
Sampai saat ini, setidaknya sudah ada sebanyaj 3.900 warga yang telah menerima manfaat atas tebus sembako murah tersebut. Ia mengatakan, selain menjadikan momen kampanye untuk mengenalkan visi misi. Kampanye ini dijadikan ajang berbagi manfaat untuk warga.
"Agenda kampanye harus ada unsur kebermanfaatan untuk sesama," tegas Wahyu.
Wahyu meyakini bahwa dengan harga Rp 1.000, tentu masyarakat dapat menjangkau. Dalam satu paket seribu rupiah, masyarakat bisa mendapat 1 liter minyak goreng, 1 kilogram beras dan 1 kilogram gula.
Ia menjelaskan jika program ini berkat dukungan semua partai politik (Parpol) pendukungnya. Total ada sebanyak 15 parpol yang telah bersepakat untuk mendukung dan mengusungnya.
"Selain 5 program unggulan saya, program tebus murah ini ada karena dukungan 14 parpol pendukung," jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan, sementara program awal kampanyenya adalah tebus murah. Tapi itu tidak menutup kemungkinan kedepannya ada program lain seperti cek kesehatan murah dan lainnya.
Baca Juga : Warga Singotrunan Kompak Dukung Paslon Ipuk- Mujiono
Tapi tebus murah tersebut harus merata, setiap warga mendapatkan kesempatan. Tidak ada yang mendapatkan dobel.
"Kalau bisa membeli sembako dengan Rp 1000 saja, maka uangnya ibu-ibu semuanya bisa digunakan untuk kebutuhan lain," kata Wahyu.
Jika dirinci selama kampanye hingga saat ini, pasangan Wahyu-Ali sudah mengunjungi 26 titik di Kota Malang. Untuk memaksimalkan tebus murah ini Wahyu dan Ali bergerak terpisah.
"Kalau saya dan mas Ali harus kampanye berpisah agar kebermanfaatan semakin luas, ini belum terhitung dari relawan Nawak Mbois," imbuh Wahyu.
