JATIMTIMES - Calon wakil bupati Malang nomor urut satu Lathifah Shohib atau yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah merupakan sosok yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Terlebih lagi, Bu Nyai Lathifah merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berangkat dari seorang guru di sekolah swasta. Lalu ketika menjabat sebagai anggota DPR RI, Bu Nyai Lathifah berada di Komisi X. Salah satu bidang dari Komisi X DPR RI yakni terkait dengan pendidikan.
Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Bisri Syansuri, itu mengatakan, nantinya ketika dirinya terpilih memimpin Kabupaten Malang mendampingi calon bupati Malang nomor urut satu HM. Sanusi, pihaknya akan semakin memperkuat komitmen terhadap pengembangan di dunia pendidikan di Kabupaten Malang.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni terkait keberadaan lembaga pendidikan. Khusus di wilayah Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Bu Nyai Lathifah menerima aspirasi dari masyarakat bahwa di wilayah tersebut tidak memiliki SMP negeri maupun SMA negeri.
Padahal jika dilihat dari luas wilayahnya dan padatnya penduduk, wilayah Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, sudah seharusnya memiliki SMP negeri dan SMA negeri. Terlebih lagi, Desa Mangliawan merupakan pintu masuk wilayah timur Kabupaten Malang.
"Kami akan mempelajari. Kalau itu (mendirikan SMP dan SMA negeri baru) memang memungkinkan regulasi dan anggarannya, insya Allah akan kami dorong pembangunan SMP negeri terutama," ujar Bu Nyai Lathifah.
Menurut Lathifah, untuk pendirian SMA negeri, harus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sebab, SMA/SMK sederajat merupakan kewenangan dan tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan.
Meski mendorong agar terwujud sebuah bangunan SMP negeri dan SMA negeri, Bu Nyai Lathifah juga mengimbau agar semua pihak dapat mempertimbangkan keberadaan lembaga pendidikan swasta atau sekolah swasta. "Tetapi juga harus mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta yang berada di sekitar situ. Jangan sampai keberadaan SMP negeri ini nanti mematikan sekolah swasta yang sudah ada," kata Bu Nyai Lathifah.
Politisi perempuan yang selalu mendukung keberadaan sekolah swasta ini juga terus mengingatkan kepada pemerintah pusat agar tidak mengesampingkan keberadaan sekolah swasta saat dirinya menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI.
"Karena mengingat sekolah-sekolah swasta ini sangat berjasa ketika pemerintah belum mampu mendirikan sekolah-sekolah negeri. Maka sekolah-sekolah swasta ini terpanggil untuk membantu negara untuk ikut mencerdaskan anak bangsa," jelas Bu Nyai Lathifah.
Oleh karena itu, jika nantinya dirinya bersama Sanusi berhasil menang dan memimpin Kabupaten Malang pada periode 2024-2029, maka dunia pendidikan akan menjadi salah satu fokus pembenahan yang akan dilakukan Bu Nyai Lathifah. Termasuk berupaya untuk menyamakan citra sekolah negeri dan sekolah swasta dengan berbagai program kerja untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta terjangkau.
