JATIMTIMES - Bulan Ramadan segera tiba dan masyarakat Indonesia memiliki berbagai cara untuk menyambutnya.
Salah satu tradisi khas yang dilakukan oleh masyarakat Jawa adalah megengan. Dalam tradisi ini, terdapat beberapa makanan yang wajib disajikan.
Baca Juga : 7 Panduan Meal Prep, Lengkap dengan Ide Menu untuk Vegetarian di Bulan Ramadan
Berikut tiga makanan yang selalu hadir dalam megengan beserta maknanya.
Apa Itu Megengan?
Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan. Masyarakat Jawa melakukannya dengan menggelar megengan, sebuah tradisi turun-temurun yang sarat makna.
Seperti dilansir dari laman Kominfo Magetan, kata "megengan" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "menahan." Tradisi ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan akan segera tiba, sekaligus sebagai wujud syukur karena diberi kesempatan kembali bertemu dengan bulan penuh berkah ini.
Selain itu, megengan memiliki makna sosial, yaitu sebagai ajang permohonan maaf kepada sesama sebelum memasuki bulan puasa. Tradisi ini biasanya dilakukan beberapa malam sebelum Ramadan tiba.
Makanan Khas Megengan
Makna yang terkandung dalam megengan juga disimbolkan melalui makanan yang disajikan. Berikut tiga makanan yang selalu hadir dalam tradisi ini.
1. Apem
Apem adalah kue khas Jawa yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, tapai, singkong, gula pasir, gula Jawa, dan garam. Kombinasi bahan ini menghasilkan cita rasa yang gurih dan manis.
Keberadaan apem dalam megengan bukan tanpa alasan. Kue ini melambangkan permohonan maaf kepada sesama. Seperti dikutip dari Jurnal Universitas Muhammadiyah Jakarta, nama "apem" berasal dari bahasa Arab "afwan," yang berarti maaf.
Dengan demikian, menyajikan apem dalam megengan menjadi simbol keikhlasan dalam meminta dan memberi maaf.
2. Pisang

Selain apem, pisang juga menjadi makanan wajib dalam tradisi megengan. Meski bagi sebagian orang pisang hanya sekadar buah, bagi masyarakat Jawa, buah ini memiliki makna simbolis tersendiri.
Dalam bahasa Jawa, pisang disebut "gedang." Kata ini memiliki padanan "digeget" dan "digadang," yang berarti dipeluk erat. Simbolisasi ini menggambarkan eratnya tali silaturahmi antarumat Muslim, terutama menjelang bulan Ramadan.
3. Nasi Berkat

Hidangan terakhir yang selalu ada dalam megengan adalah nasi berkat, yang biasanya dikemas dalam kotak. Lauk yang disajikan beragam, mulai dari buceng, golong, ayam panggang, sayur, kering tahu atau tempe, hingga serundeng.
Makna dari nasi berkat terletak pada namanya. "Berkat" mencerminkan harapan agar setiap orang yang menyantapnya mendapatkan keberkahan dalam menjalani ibadah Ramadan.
Itulah tiga makanan yang selalu ada dalam tradisi megengan beserta maknanya. Semoga informasi ini bermanfaat.
