JATIMTIMES – Sebanyak 150 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Batu terjun langsung melakukan aksi Kurve atau kerja bakti massal di kawasan Alun-Alun Kota Batu, Jumat (6/2/2026) pagi. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya menuju target Presiden RI bebas sampah 2029.
Pembersihan massal itu dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto menjelaskan, kegiatan itu implementasi dari instruksi Presiden RI melalui Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah).
Baca Juga : 28 Jiwa dan Balita Terdampak Rumah Rusak Akibat Angin Kencang, Sebagian Warga Pilih Mengungsi
"Kami bersama-sama dengan teman-teman TNI dan Pemkot Batu melaksanakan gerakan Indonesia Asri. Ini adalah gagasan Bapak Presiden RI yang kita tindak lanjuti dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan wilayah Kota Batu," ujar Aris Purwanto di sela-sela kegiatan.
Aris menjelaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti di alun- alun saja. Ke depan, aksi pembersihan akan menyasar titik-titik vital lainnya secara bergantian. Tujuannya jelas: menciptakan kota yang bersih setiap wisatawan yang datang merasa nyaman dan terkesan.
"Rencananya, kegiatan ini akan dipatenkan menjadi agenda rutin mingguan melalui program Jumat Bersih. Fokus utamanya pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan di kota wisata," katanya.
Menurut dia, sampah adalah masalah bersama. Ia berharap kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga. Salah satunya penggunaan barang dan pembuangan sampah harap dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan polusi atau mengganggu kebersihan lingkungan.
Dikatakannya, dengan melibatkan ratusan personel, gerakan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bagi warga lokal maupun pelancong untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, mengungkapkan fakta bahwa setiap harinya Kota Batu memproduksi sekitar 122 ton sampah. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80 persen sudah terkelola dengan baik, menyisakan sekitar 12 ton sampah yang menjadi tantangan untuk segera dituntaskan.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlanjut Saat Awal Ramadan 2026, Ini Cara Jaga Tubuh Tetap Fit Saat Puasa
Menariknya, meskipun tantangan sampah masih ada, Pemkot Batu lebih memilih pendekatan humanis ketimbang menerapkan sanksi bagi warga yang kurang taat. Sesuai arahan Wali Kota Batu, edukasi dan penyediaan sarana prasarana menjadi prioritas utama pemerintah.
"Edukasi lebih humanis kita dorong. Namun, seperti yang disampaikan Bapak Kapolres, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) harus tetap dijalankan masyarakat melalui KSM dan TPS 3R untuk mengurangi volume sampah yang masuk," jelas Dian Fachroni.
Dian menyebut, Kolaborasi rutin ini tidak akan berhenti di alun-alun saja. Objek strategis lainnya seperti pasar hingga jalur perbatasan antara Kota Batu dengan wilayah sekitarnya masuk dalam agenda pembersihan minggu depan. "Semoga ini akan berkelanjutan untuk keberlangsungan ekologis Kota Batu," imbuhnya.
