free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Di Balik Cokelat dan Mawar, Ini Sejarah Tragis Hari Valentine yang Jarang Diketahui

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

14 - Feb - 2026, 08:12

Placeholder
Hari valentine day. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Setiap 14 Februari, dunia seakan berubah menjadi lautan bunga mawar merah, cokelat manis, dan kata-kata penuh cinta. Hari Valentine dirayakan sebagai momen romantis untuk mengungkapkan perasaan kepada pasangan, sahabat, maupun keluarga. Namun di balik suasana hangat dan penuh kasih itu, tersimpan sejarah kelam yang jarang dibicarakan.

Tak banyak yang tahu bahwa perayaan ini justru berawal dari kisah tragis seorang pendeta yang dihukum mati. Melansir dari History, asal-usul Hari Valentine berkaitan dengan legenda Santo Valentine pada abad ketiga di Roma, sebuah cerita tentang larangan menikah, perlawanan, hingga eksekusi yang kemudian berubah menjadi simbol cinta di seluruh dunia. Untuk sejarah lengkapnya, berikut ulasannya.

Baca Juga : Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Kisah Tragis St. Valentine

Tokoh yang paling sering dikaitkan dengan perayaan ini adalah Saint Valentine, seorang pendeta atau imam yang hidup pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II. Pada masa itu, Kaisar Claudius II tengah gencar memperluas kekuasaan Romawi melalui peperangan. Ia meyakini bahwa pria lajang lebih fokus dan tangguh di medan perang dibanding pria yang telah menikah. Karena alasan tersebut, ia melarang pernikahan bagi para pria muda.

Namun Valentine menilai kebijakan tersebut tidak adil dan bertentangan dengan nilai keagamaan yang diyakininya. Ia pun diam-diam tetap menikahkan pasangan muda secara rahasia. Tindakan ini akhirnya terbongkar.

Sebagai konsekuensinya, Valentine ditangkap, dipenjara, dan dijatuhi hukuman mati dengan cara dipancung. Eksekusi tersebut diyakini terjadi sekitar tahun 270 Masehi.

Legenda juga menyebutkan bahwa selama di penjara, Valentine menjalin kedekatan dengan putri seorang sipir. Sebelum menjalani eksekusi, ia menulis surat terakhir yang ditutup dengan kalimat, “From your Valentine.” Ungkapan itu kemudian diyakini menjadi asal mula tradisi mengirim pesan cinta pada Hari Valentine.

Alasan Valentine Dirayakan 14 Februari

Menurut sejumlah catatan sejarah yang dikutip dari History, ada dua teori utama mengenai penetapan tanggal 14 Februari. Teori pertama menyebutkan bahwa tanggal tersebut dipilih untuk memperingati hari wafatnya St. Valentine. Karena itulah Gereja menjadikannya hari peringatan santo.

Sementara teori lain menyebutkan bahwa Gereja Kristen sengaja menempatkan Hari St. Valentine di pertengahan Februari untuk menggeser tradisi festival pagan Romawi kuno bernama Lupercalia.

Lupercalia merupakan festival kesuburan yang dirayakan setiap 15 Februari untuk menghormati Faunus, dewa pertanian bangsa Romawi. Festival ini juga menjadi ajang perjodohan. Nama-nama perempuan muda dimasukkan ke dalam wadah, lalu para pria akan mengundi nama untuk dijadikan pasangan selama festival berlangsung. Tradisi tersebut dipercaya membawa kesuburan dan keberuntungan.

Seiring berkembangnya agama Kristen, festival ini dianggap tidak sesuai dengan ajaran gereja. Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I secara resmi menetapkan 14 Februari sebagai Hari St. Valentine. Keputusan tersebut diyakini sebagai upaya mengkristenkan tradisi yang sudah lebih dulu populer di masyarakat.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Sabtu Pahing 14 Februari 2026: Hari Baik Bercocok Tanam

Dari Tradisi Keagamaan ke Simbol Romantis

Memasuki abad pertengahan, khususnya di Inggris dan Prancis, muncul kepercayaan bahwa 14 Februari adalah awal musim kawin burung. Kepercayaan ini memperkuat anggapan bahwa tanggal tersebut identik dengan cinta dan perjodohan.

Sejak saat itu, masyarakat mulai menulis puisi dan surat cinta sebagai bentuk ungkapan perasaan. Tradisi tersebut terus berkembang hingga pada pertengahan 1800-an kartu Valentine mulai diproduksi secara massal.

Industri perayaan pun tumbuh pesat. Cokelat, permen, dan bunga mawar merah yang melambangkan cinta dan keindahan menjadi simbol utama Hari Valentine hingga sekarang. Meski berawal dari kisah hukuman mati seorang pendeta yang menentang kebijakan kaisar, Hari Valentine kini telah mengalami transformasi besar.

Valentine tidak lagi semata-mata tentang pasangan kekasih. Banyak orang merayakannya bersama keluarga, sahabat, bahkan menjadikannya momen untuk mencintai diri sendiri.

Di berbagai negara, perayaan ini memiliki bentuk yang beragam mulai dari saling bertukar hadiah, makan malam romantis, hingga sekadar mengirim pesan sederhana sebagai tanda perhatian.

Ironis memang, hari yang kini identik dengan romansa dan kebahagiaan ternyata berakar dari sejarah yang kelam. Namun dari kisah tragis itulah lahir simbol universal tentang keberanian mencintai dan memperjuangkan kasih sayang.


Topik

Peristiwa valentine sejarah valentine kisah valentine



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana