Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Advertorial

Brand Asal Jember Tawarkan Bagi Hasil 90% Untuk Mitra yang Siap Sukses Bersama

Penulis : Redaksi - Editor : Redaksi

21 - Feb - 2026, 10:17

Placeholder
Photobox Curahmanis Studio

JATIMTIMES.COM - Industri fotografi terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dekat dengan kebutuhan konten visual. Ditengah tren tersebut, Curah Manis Studio, brand asal Jember, muncul sebagai salah satu pelaku usaha kreatif yang menarik perhatian berkat konsep layanan fotografi modern serta model kemitraan yang dinilai menarik bagi investor. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah skema bagi hasil hingga 90 persen untuk mitra pada tahap awal kerja sama.

Demikian penjelasan dari Feby Halimatus Sa’diyah, Brand Manager Curah Manis Studio, Feby menjelaskan bahwa perjalanan bisnis ini berawal dari kolaborasi dua sosok dengan latar belakang berbeda namun saling melengkapi. Sinergi antara kualitas kreatif dan pengelolaan operasional menjadi fondasi utama yang membawa Curah Manis Studio berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga : Rohmah Akui Utang Pribadi dan Bukan Investasi Bodong, Tegaskan Adiknya Tak Terlibat

Berawal dari Kolaborasi Kreatif dan Operasional

Curah Manis Studio bermula dari pengalaman Kresna Rivangga, yang dikenal dengan nama Oryz, seorang fotografer yang mengedepankan kualitas pelayanan, hasil editan, serta kecepatan kerja. Berbekal pengalaman profesional di bidang fotografi, Oryz membangun reputasi melalui standar kualitas yang konsisten dalam setiap karya.

“Perjalanan bisnis kemudian berkembang ketika Mas Dadang R. Iswanto, yang awalnya merupakan klien melihat potensi besar dari layanan tersebut dan memutuskan untuk berinvestasi. Langkah ini menjadi titik awal berdirinya studio foto yang kini dikenal sebagai Curah Manis Studio,” kata Feby.

Lebih lanjut Feby mengatakan jika Oryz berperan sebagai quality control dari sisi kreatif, mulai dari hasil foto, teknik pengambilan gambar, hingga proses editing. Sementara Dadang fokus pada aspek operasional, pengembangan sistem, dan strategi bisnis. Pembagian peran tersebut memungkinkan perusahaan berjalan lebih efektif sejak awal.

Bermula dari Self-Photo hingga Layanan Lengkap

Kemudian, masih kata Feby, berbeda dari kebanyakan studio foto yang memulai bisnis dari layanan fotografer profesional, Curah Manis Studio justru lahir dari konsep selfphoto studio. Konsep ini memungkinkan pelanggan mengambil foto sendiri tanpa fotografer, sehingga lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan harian.

Model bisnis tersebut terbukti efektif dalam menjaga transaksi harian sekaligus menopang operasional studio. Seiring meningkatnya minat pasar, Curah Manis Studio mulai menambah layanan baru secara bertahap.

Layanan tersebut meliputi pas foto, fotografer profesional untuk sesi indoor maupun outdoor, foto kolektif, foto booth, sewa studio hingga photo box yang kini menjadi salah satu layanan unggulan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, diversifikasi layanan ini mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan.

“Kami melihat kebutuhan pasar yang terus berkembang, sehingga layanan juga harus terus beradaptasi,” ujar Feby.

Strategi Bisnis yang Berbeda dari Kompetitor

Salah satu hal yang membedakan Curah Manis Studio dari studio foto lainnya adalah strategi pertumbuhan yang berbeda dari pola umum industri. Jika sebagian besar studio foto memulai bisnis dari jasa fotografer lalu menambah selfphoto sebagai layanan tambahan, Curah Manis justru melakukan sebaliknya.

Selfphoto menjadi sumber pemasukan harian yang stabil untuk menutup operasional, sementara layanan fotografer profesional berfungsi sebagai penggerak peningkatan revenue dengan nilai transaksi yang lebih besar.

Selain itu, tidak semua studio foto memiliki layanan selengkap Curah Manis Studio. Kombinasi berbagai layanan dalam satu ekosistem menjadi nilai tambah yang memberi kemudahan bagi pelanggan sekaligus memperluas potensi pasar.

Ekspansi Melalui Franchise Studio dan Photo Box

Melihat pertumbuhan yang konsisten, Curah Manis Studio mulai membuka peluang kemitraan melalui sistem franchise untuk studio foto maupun photo box. Strategi ini dipilih sebagai langkah ekspansi agar brand dapat menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai daerah.

Yang menjadi perhatian adalah skema bagi hasil yang ditawarkan kepada mitra. Sebelum mencapai Break Even Point (BEP), Curah Manis Studio memberlakukan sistem sharing profit sebesar 90 banding 10, di mana porsi terbesar diberikan kepada investor.

Baca Juga : Negara yang Gagal, Wangsa yang Menang: Panembahan Agung Ponorogo dan Lahirnya Kajoran

‘Setelah BEP tercapai, pembagian keuntungan berubah menjadi 70 banding 30. skema ini dirancang agar mitra dapat lebih cepat balik modal dan merasakan manfaat sejak awal kerja sama,’     imbuh Feby.

Pendekatan tersebut dinilai berbeda dibandingkan sejumlah kompetitor yang umumnya menerapkan pembagian keuntungan 70-30 atau bahkan 50-50 sejak awal operasional. Dengan model ini, Curah Manis Studio ingin membangun hubungan jangka panjang yang lebih sehat dengan para mitra bisnis.

Optimisme Menembus Pasar Nasional

Dengan layanan yang terus berkembang dan sistem operasional yang semakin matang, Curah Manis Studio optimistis dapat memperluas jangkauan bisnis ke tingkat nasional. Kombinasi kontrol kualitas kreatif dan pengelolaan operasional yang terstruktur menjadi kekuatan utama brand ini.

Feby menilai tren budaya digital yang mendorong masyarakat untuk terus mendokumentasikan momen menjadi peluang besar bagi industri fotografi. Kebutuhan akan layanan fotografi yang praktis namun tetap berkualitas diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami percaya fondasi bisnis yang jelas dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar dapat membawa Curah Manis Studio berkembang lebih luas,” katanya.

Membangun Ekosistem Kemitraan Berkelanjutan

Lebih dari sekadar memperluas jaringan bisnis, Curah Manis Studio ingin membangun ekosistem kemitraan yang saling menguntungkan antara brand dan investor. Fokus utama bukan hanya pertumbuhan jumlah cabang, tetapi juga keberlanjutan hubungan bisnis dengan para mitra.

Menurut Feby, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh skala ekspansi, tetapi juga kemampuan menjaga kualitas layanan dan memastikan setiap mitra mendapatkan keuntungan yang seimbang.

Dari Jember, Curah Manis Studio menunjukkan bahwa brand lokal mampu bersaing melalui inovasi model bisnis dan pendekatan kemitraan yang berbeda. Dengan strategi yang berorientasi pada kolaborasi dan pertumbuhan bersama, brand ini menargetkan langkah lebih besar untuk menembus pasar nasional di industri fotografi modern.

“Target kami pada 3-5 tahun kedepan kita sudah memiliki 8 cabang studio dan 50 cabang photobox,” imbuhnya kemudian


Topik

Advertorial photobox fotografi curah manis studio photobox studio jember selfphoto



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Redaksi

Editor

Redaksi

Advertorial

Artikel terkait di Advertorial