Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Diplomat PBB Mundur Usai Bongkar Dugaan Skenario Nuklir di Iran, Ini Pengakuannya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

31 - Mar - 2026, 19:14

Placeholder
Mohamad Safa. (Foto @mhdksafa)

JATIMTIMES - Seorang diplomat yang berhubungan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan mundur dari jabatannya setelah melontarkan klaim mengejutkan terkait potensi penggunaan senjata nuklir di Iran. Keputusan ini sontak menarik perhatian publik karena disertai tudingan serius terhadap internal lembaga dunia tersebut.

Dilansir dari NDTV, Selasa (31/3/2026), sosok tersebut adalah Mohamad Safa, yang sebelumnya menjabat sebagai perwakilan utama Patriotic Vision (PVA) di PBB. Ia mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial X, lengkap dengan pernyataan tertulis mengenai alasan di balik langkahnya tersebut.

Baca Juga : Kasus Amsal Sitepu Disorot, Antara Dugaan Korupsi dan Kekhawatiran Kriminalisasi Pekerja Kreatif

PVA sendiri merupakan organisasi internasional yang memiliki status konsultatif khusus di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.

Dalam pernyataannya, Safa mengaku telah mempertimbangkan keputusannya secara matang sebelum akhirnya memilih mundur. Ia menuding adanya pengaruh kuat dari pihak tertentu terhadap sejumlah pejabat senior PBB.

“Setelah banyak pertimbangan, dan setelah menjadi jelas bagi saya bahwa beberapa pejabat senior PBB melayani lobi yang kuat dan bukan melayani PBB, saya telah memutuskan untuk menangguhkan semua tugas saya,” tulis Safa.

Ia juga menegaskan tidak ingin lagi terlibat dalam situasi yang menurutnya bertentangan dengan nilai kemanusiaan. “Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik menjadi bagian dari atau menyaksikan apa yang terjadi, saat PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir,” lanjutnya.

Dalam unggahan terpisah yang telah dilihat jutaan kali, Safa menyampaikan kekhawatirannya terkait eskalasi konflik yang berpotensi mengarah pada penggunaan senjata nuklir di Iran.

Ia bahkan membagikan foto Teheran untuk menggambarkan besarnya dampak yang mungkin terjadi jika serangan tersebut benar-benar terjadi. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari betapa serius situasi yang sedang berkembang. “Ini bukan wilayah kosong. Ada jutaan orang yang tinggal di sana keluarga, anak-anak, dan masyarakat biasa dengan kehidupan mereka,” tulisnya.

Safa menyebut Teheran sebagai kota dengan populasi hampir 10 juta jiwa, dan meminta publik membayangkan dampak jika kota-kota besar dunia mengalami serangan serupa.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Terima Penyerahan 18 PSU Perumahan

Ia mengaku rela meninggalkan karier diplomatiknya demi menyuarakan hal tersebut ke publik. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk peringatan agar dunia lebih waspada terhadap potensi bencana besar.

Safa juga menyerukan kepada masyarakat global untuk tidak tinggal diam, melainkan turut menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Lebih jauh, Safa mengungkapkan bahwa keinginannya untuk mundur sebenarnya sudah muncul sejak 2023. Namun ia memilih bertahan selama beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya konflik global, termasuk perang yang dipicu serangan kelompok Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 di Jalur Gaza.

Ia juga menyinggung bahwa sejumlah pihak di PBB enggan secara tegas menuding Amerika Serikat dan Israel atas dugaan pelanggaran hukum internasional. Tak hanya itu, Safa mengaku menghadapi berbagai tekanan setelah menyuarakan pandangannya, mulai dari kritik keras hingga ancaman pembunuhan.

Menutup pernyataannya, Safa mengingatkan bahwa potensi penggunaan senjata nuklir bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Ia mengajak masyarakat dunia untuk lebih peduli, menyebarkan informasi, dan mengambil tindakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan umat manusia.


Topik

Internasional pbb buklir teheran mohamad safa safa mundur amreika serikat israel



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya