Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Riset BRIN Ungkap Herbal Lokal Berpotensi Antikanker

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

27 - Apr - 2026, 20:07

Placeholder
Buah dan daun sirsak. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Lonjakan kasus kanker di Indonesia yang mencapai lebih dari 400 ribu kasus baru dan 240 ribu kematian per tahun pada periode 2022–2024 mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset pengembangan obat berbasis bahan alam. Hasilnya, kombinasi kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dalam uji laboratorium, meski masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Dari data periode 2022 hingga 2024, tercatat lebih dari 400 ribu kasus baru dengan angka kematian mencapai sekitar 240 ribu jiwa setiap tahunnya. Kondisi ini bahkan diproyeksikan terus memburuk, dengan lonjakan hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2050 jika tidak ditangani secara serius.

Baca Juga : Ribuan Driver Online Surabaya-Sidoarjo Gelar Aksi Besok, Ini Rute yang Diprediksi Macet 

Jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia meliputi kanker payudara, serviks, paru-paru, kolorektal, dan hati. Faktor risiko utama yang memicu tingginya kasus tersebut antara lain gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, obesitas, serta rendahnya kesadaran deteksi dini.

Di tengah kondisi tersebut, upaya pencarian terapi alternatif terus dilakukan. Salah satunya datang dari BRIN yang mengungkap potensi tiga tanaman asli Indonesia sebagai kandidat antikanker.

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN menemukan bahwa kombinasi kunyit (Curcuma longa L.), daun sirsak (Annona muricata L.), dan bekatul beras hitam (Oryza sativa L.) memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker secara signifikan.

Pengujian dilakukan secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D dan sel kanker kolon WiDr. Hasilnya menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik yang kuat dari kombinasi ekstrak ketiga bahan tersebut.

Peneliti BRIN Rizal Maarif Rukmana menjelaskan bahwa kandungan senyawa aktif dalam ketiga tanaman tersebut menjadi kunci utama efek antikanker.

“Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan penting dalam aktivitas antikanker,” katanya.

Baca Juga : Gedor Kaca Mobil dan Acungkan Jari Tengah, Pengamen di Kota Malang Diciduk Satpol PP

Dalam penelitian tersebut, formulasi optimal untuk kanker payudara terdiri dari ekstrak daun sirsak sebesar 86,4 persen, kunyit 11,1 persen, dan bekatul beras hitam 2,5 persen. Kombinasi ini menghasilkan nilai IC50 sebesar 24,91 µg/mL, yang menunjukkan efektivitas tinggi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sementara itu, untuk kanker kolon, komposisi terbaik didominasi oleh kunyit sebesar 95,9 persen, dengan tambahan daun sirsak 2,6 persen dan bekatul beras hitam 1,5 persen. Formula ini mencatat nilai IC50 sebesar 32,18 µg/mL.

“Kombinasi bahan alam ini menunjukkan adanya efek sinergis antar senyawa bioaktif sehingga mampu memberikan aktivitas antikanker yang optimal,” tambah Rizal.

Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa riset masih berada pada tahap awal. Diperlukan uji lanjutan pada hewan (in vivo) hingga uji klinis pada manusia guna memastikan keamanan dan efektivitasnya sebelum dapat dikembangkan sebagai obat.


Topik

Kesehatan Obat antikanker BRIN herbal lokal kunyit daun sirsak bekatul hitam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan