Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Sulaman dan Bunyi Gunung Marapi Hidup di Galeri Nasional, Karya Rani Jambak Curi Perhatian

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

17 - May - 2026, 16:34

Placeholder
Momen Rani Jambak meniup Sarunai. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Suasana Ruang Pamer Gedung A Galeri Nasional Indonesia mendadak berubah hening pada Sabtu (16/5/2026). Di tengah ramainya pengunjung pameran Indonesian Women Artists (IWA) #4: On The Map, perhatian publik tertuju pada satu sudut ruangan yang dipenuhi bunyi lirih gesekan jarum, tarikan benang, hingga suara pembacaan naskah tua Minangkabau.

Penampilan itu datang dari seniman bunyi asal Lasi, Sumatera Barat, Rani Jambak lewat pertunjukan performans bertajuk Mamasak Asa. Berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya, Rani justru tampil menyulam di depan audiens.

Baca Juga : Hari Buku Nasional dan Ironi Literasi yang Kian Terpinggirkan

Namun setiap tusukan jarum yang ia lakukan memunculkan suara elektronik yang berpadu dengan bunyi alam dan pembacaan Tambo Alam Minangkabau. Suasana ruang pamer pun berubah menjadi lanskap audio yang tenang sekaligus intim.

Pertunjukan tersebut merupakan pengembangan dari instalasi multimedia interaktif Pamedangan yang dipamerkan dalam IWA #4 sejak 10 April hingga 30 Juni 2026. Dalam karya itu, Rani menggabungkan sulam tradisional Minangkabau, teknologi bunyi, video, dan partisipasi publik menjadi satu pengalaman artistik.

Dalam pertunjukan itu, Gunung Marapi menjadi simbol utama yang diangkat Rani. Ia menggunakan teknik sulam tradisional Minangkabau Suji Caia untuk membentuk motif gunung yang dipercaya sebagai bagian penting asal-usul masyarakat Minangkabau.

Menariknya, sulaman tersebut dibuat di atas kain tembaga anti-radiasi yang terhubung dengan perangkat elektronik. Setiap sentuhan jarum menghasilkan sinyal bunyi yang langsung diproses menjadi komposisi audio di dalam ruangan.

“Gunung Marapi bukan hanya gunung secara fisik, tetapi bagian dari memori kolektif masyarakat Minangkabau,” ujar Rani, dikutip dari rilis resminya kepada JatimTIMES, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, karya itu lahir dari pengalaman pribadinya tinggal di kawasan kaki Gunung Marapi yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

“Ketika mendengar ledakan dan melihat abu vulkanik yang begitu tinggi, ada rasa kecil di hadapan alam. Tapi justru dari situ saya merasa perlu meresponsnya melalui karya,” katanya.

Karya Rani juga terhubung dengan sejarah perempuan Minangkabau, khususnya Rohana Kudus. Tokoh tersebut dikenal mendirikan Rumah Kerajinan Amai Setia pada 1915 sebagai ruang belajar perempuan melalui keterampilan menyulam.

Baca Juga : Tak Cocok Dikunjungi Saat Liburan, Ini 7 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2026: Ada Singapura

Bagi Rani, sulam bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan bagian dari pengetahuan dan pemberdayaan perempuan lintas generasi. “Dulu perempuan belajar dan berdaya melalui sulaman. Hari ini, mungkin kita melanjutkan semangat itu lewat seni dan pengetahuan,” ucapnya.

Dalam proses pengembangan karya Pamedangan, Rani juga bekerja sama dengan penyulam tradisional dari Koto Tuo, termasuk penyulam generasi keempat, Essy Hariya.

Lewat karya ini, Rani mencoba menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu identik dengan masa lalu. Menurutnya, tradisi justru masih bisa hidup dan berkembang lewat pendekatan baru.

“Saya ingin menunjukkan bahwa tradisi sebenarnya memiliki frekuensi yang masih bisa kita dengarkan hari ini,” ujarnya.

Dalam instalasi Pamedangan, pengunjung bahkan diajak ikut menyulam dan menghasilkan bunyi dari aktivitas tersebut.

Sebagai informasi, Pameran Indonesian Women Artists (IWA) #4 sendiri menghadirkan karya 12 perupa perempuan Indonesia lintas generasi yang mengeksplorasi hubungan seni, tubuh, budaya, lingkungan, hingga teknologi dalam seni kontemporer.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya gunung marapi rani jambak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya