Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kalender Jawa Weton Jumat Pahing 19 Juni 2026: Hari Baik untuk Renovasi Rumah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

19 - Jun - 2026, 06:06

Placeholder
Ilustrasi renovasi rumah. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Jumat (19 Juni 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 4 Sura 1960 Tahun Be dan berada dalam Wuku Galungan. Weton hari ini adalah Jumat Pahing dengan jumlah neptu 15, hasil penjumlahan Jumat bernilai 6 dan Pahing bernilai 9.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai watak, rezeki, karier, hingga kecocokan jodoh seseorang. Karena itu, penanggalan Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat dalam menentukan berbagai keputusan.

Baca Juga : Wali Kota Surabaya Ajak Jagal Bersinergi di RPH Tambak Osowilangun

Pemilik weton Jumat Pahing dikenal memiliki sifat ramah dan mudah diterima dalam pergaulan. Tutur katanya halus, jujur, serta memiliki cita-cita yang tinggi. Karakter tersebut membuat sosok dengan weton ini kerap memperoleh simpati dari lingkungan sekitar.

Selain dikenal baik hati, Jumat Pahing juga memiliki keberanian dan ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Namun di balik sikapnya yang tenang, terdapat watak keras yang terkadang membuatnya sulit mengubah pendirian ketika sudah mengambil keputusan.

Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton Jumat Pahing adalah Lakuning Srengenge. Pangarasan ini menggambarkan pribadi yang terang, berwibawa, dan mampu memberikan pencerahan kepada orang lain.

Sosok Lakuning Srengenge biasanya memiliki pengaruh kuat dalam lingkungan sekitar. Kehadirannya sering menjadi sumber motivasi, tempat meminta saran, maupun panutan dalam berbagai keadaan.

Sementara itu, Pancasuda weton Jumat Pahing adalah Tunggak Semi. Filosofi ini diibaratkan seperti pohon yang telah ditebang namun tetap mampu menumbuhkan tunas baru.

Maknanya, pemilik weton ini dipercaya memiliki rezeki yang terus mengalir. Saat mengalami kesulitan, selalu ada jalan untuk bangkit kembali. Karena itulah, penghasilan maupun pekerjaan sering berjalan lancar meskipun sempat menghadapi hambatan.

Hari ini berada dalam Wuku Galungan yang dilambangkan oleh Bathara Kamajaya. Dalam primbon Jawa, wuku ini menggambarkan pribadi yang menyukai kebaikan, mampu menenangkan hati orang lain, dan menjauhi perbuatan buruk.

Simbol "memangku air di bokor" menggambarkan sifat dermawan dan suka membantu sesama. Namun di sisi lain, karakter tersebut juga memiliki kelemahan berupa kesulitan mengendalikan pengeluaran sehingga cenderung boros.

Lambang pohon tangan menunjukkan pribadi yang aktif dan tidak suka menganggur. Sosoknya pekerja keras, tetapi terkadang memiliki keinginan kuat terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Burung nuri menjadi simbol lain dalam Wuku Galungan. Lambang ini menggambarkan seseorang yang tegas dalam berbicara, murah hati, namun berpotensi menghamburkan harta jika tidak mampu mengendalikan diri.

Ada pula gambaran burung yang hinggap di tempat tinggi. Simbol ini menunjukkan bahwa mata pencaharian yang cocok biasanya berkaitan dengan penelitian, pengamatan, analisis, atau pekerjaan yang membutuhkan kecermatan berpikir.

Baca Juga : Budaya Integritas Jadi Tantangan Utama, MAN 1 Kota Malang Pelajari Strategi WBK dari MAN Karangasem

Sementara lambang bambu kering menjadi pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan. Dalam wuku ini, bahaya utama berasal dari pertengkaran yang dapat menimbulkan kerugian.

Kala berada di arah Timur Laut. Karena itu, selama tujuh hari dalam Wuku Galungan, perjalanan ke arah Timur Laut sebaiknya dihindari menurut perhitungan primbon Jawa.

Berbeda dengan beberapa weton lain dalam Wuku Galungan, Jumat Pahing justru dianggap sebagai hari yang sangat baik dan utama.
Primbon menyebutkan bahwa bepergian pada Jumat Pahing di Wuku Galungan dipercaya membawa keselamatan, suasana yang menyenangkan, serta hasil sesuai harapan.

Selain itu, hari ini juga dianggap baik untuk merobohkan bangunan yang akan direnovasi atau dibangun kembali.

Karakter pemilik weton Jumat Pahing dinilai cocok untuk sejumlah bidang pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab dan kemampuan memimpin.

Beberapa profesi yang dianggap sesuai antara lain, pemimpin atau manajer karena memiliki sifat mengayomi dan bertanggung jawab. Selaim itu, guru, dosen, maupun profesi akademik yang memanfaatkan kecerdasan dan kemampuan berbagi ilmu juga cocok dengan weton ini. 

Tak hanya itu, Jumat Pahing juga dinilai cocok menjadi wirausahawan atau pedagang mandiri karena memiliki semangat pantang menyerah dan berani mengambil keputusan. 

Dalam perhitungan primbon Jawa, Jumat Pahing dengan neptu 15 dipercaya paling serasi dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 9 atau 14. Beberapa weton yang dianggap cocok antara lain, Senin Legi (neptu 9), Minggu Pahing (neptu 14), Rabu Pon (neptu 14), Jumat Kliwon (neptu 14) dan Sabtu Legi (neptu 14). 


Topik

Serba Serbi weton hari ini weton jumat pahing



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi