Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Iran Buka Suara Usai Prabowo Singgung Nuklir, Tegaskan Tak Pernah Miliki Senjata Nuklir

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

03 - Aug - 2026, 11:58

Placeholder
Unggahan Kedutaan Besar Iran di Indonesia, @IraninIndonesia. (Foto: tangkapan layar)

JATIMTIMES - Kedutaan Besar Iran di Indonesia akhirnya memberikan respons terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung isu program nuklir Iran saat berbicara mengenai potensi perlombaan senjata di Timur Tengah.

Melalui akun resmi X (Twitter) Kedutaan Besar Iran di Indonesia, @IraninIndonesia, pemerintah Iran menjelaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah memiliki maupun mengejar kepemilikan senjata nuklir.

Baca Juga : Heboh Koran Belanda Sebut Indonesia Menuju Kebangkrutan, Apa Isi Analisisnya?

"The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis Kedubes Iran dalam unggahannya pada Minggu (2/8/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan publik terkait pidato Presiden Prabowo dalam acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

Dalam unggahan yang sama, Kedubes Iran turut membagikan penjelasan mengenai program nuklir negaranya dengan tema "Transparan, Damai, Sesuai Hukum Internasional".

Pada bagian kerangka hukum, Iran menjelaskan bahwa program nuklir yang dijalankan berada dalam koridor hukum internasional dan mengacu pada Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

"Berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), menjalankan hak atas pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Dilaksanakan sesuai dengan hukum internasional," tulis poster unggahan Kedubes Iran.

Iran juga menyatakan seluruh aktivitas nuklirnya berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA).

"Berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menerapkan salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir," lanjut keterangan tersebut.

Selain itu, Iran menjelaskan bahwa senjata nuklir bertentangan dengan prinsip pertahanan negaranya. "Fatwa Pemimpin Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir. Senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran. Teknologi nuklir dimanfaatkan bagi kepentingan energi, kesehatan, dan penelitian." katanya. 

Di akhir pernyataannya, Kedubes Iran kembali mengklarifikasi bahwa program nuklir negaranya bersifat damai dan transparan. "Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya." demikian pernyataan dalam unggahan Kedutaan Besar Iran di Indonesia. 

Sebelumnya, pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Kadin Indonesia menjadi sorotan publik setelah menyinggung potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga : Mendadak Bali Jadi Venue Semifinal dan Final Piala Presiden: Usai Surabaya Dinyatakan Tak Siap

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi memicu negara-negara lain untuk mengembangkan kemampuan nuklir.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (UEA) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut dapat memunculkan efek domino yang berbahaya bagi stabilitas kawasan dan dunia.

Ia juga menilai konflik Timur Tengah tidak hanya berkaitan dengan faktor ideologi maupun agama, melainkan juga perebutan sumber daya strategis seperti minyak, gas, dan mineral penting.

Pidato tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden mengalami gangguan diduga dimatikan ketika Prabowo membahas isu nuklir.

Sejumlah pengguna media sosial menyoroti momen ketika suara mikrofon Presiden mendadak hilang dalam tayangan langsung. Tak lama kemudian, siaran beralih ke segmen lain sebelum kembali menampilkan jalannya acara.

Potongan video tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam spekulasi dari warganet.

Perbincangan semakin meluas setelah video lengkap pidato tersebut diduga dihilangkan sebagian dan tidak lagi ditemukan di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab hilangnya suara dalam siaran langsung maupun tidak tersedianya kembali video utuh pidato tersebut.


Topik

Peristiwa kedubes irain senjata nuklir prabowo subianto perang nuklir



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa