Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Heboh PKKMB FIB Unhas Dihadiri TNI, hingga Ada Maba yang Pingsan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

14 - Aug - 2026, 11:22

Placeholder
Momen pemateri dari TNI mengisi di (PKKMB) FIB Unhas. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 menjadi sorotan di media sosial. Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut dipersoalkan lantaran diduga memasukkan unsur militer ke ruang kegiatan mahasiswa tanpa koordinasi dengan panitia.

Sorotan tersebut  ramai usai disampaikan melalui unggahan akun Instagram @unhas.distopia yang kemudian dibagikan kembali oleh akun @gedflip. Dalam unggahannya, pelaksanaan PKKMB FIB Unhas 2026 mengalami sejumlah kejadian yang membuat mahasiswa baru keberatan. Narasi dalam unggahan itu bahkan menyebut kegiatan sebagai bentuk "militerisasi di ruang pendidikan". 

Baca Juga : Khutbah Jumat 14 Agustus 2026: Kemerdekaan Tak Berarti Jika Korupsi Masih Merajalela

Dalam narasi @unhas.distopia disebutkan, Rektorat Unhas membawa aparat TNI masuk ke kegiatan PKKMB FIB 2026. Kehadiran aparat tersebut diklaim terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan panitia penyelenggara.

"Telah terjadi tragedi militerisme di ruang pendidikan. Secara tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan panitia, Rektor Unhas membawa Aparat TNI masuk membajak acara PKKMB FIB 2026," demikian narasi yang tercantum dalam unggahan tersebut.

Unggahan itu juga menyebut mahasiswa baru kemudian diarahkan untuk mengikuti kegiatan yang menghadirkan aparat TNI.

Dalam salah satu materi yang dibagikan, terlihat informasi mengenai kegiatan kuliah umum Panglima Kodam XIV/Hasanuddin dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin 2026.
Sosok yang disebut dalam materi itu adalah Mayjen TNI Bangun Nawoko, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin.

Narasi yang beredar juga menyoroti jalannya acara PKKMB. Salah satu kesaksian yang dibagikan menyebut penampilan band mahasiswa tiba-tiba diminta berhenti ketika baru membawakan satu lagu.

"Tiba-tiba sekali datang itu orang. Kak. Mana ngaret lagi. Band lagi tampil baru satu lagu malah disuruh turun," demikian potongan percakapan yang ditampilkan dalam unggahan.

Dalam kesaksian tersebut, aparat TNI kemudian menyampaikan sejumlah materi dan meminta mahasiswa memperhatikan pembicaraan yang disampaikan. "Yang paling gong dia bawakan lagi lagu, menyanyi sampai dua kali," tulis kesaksian lain yang ditampilkan akun tersebut.

Bahkan, dalam narasi unggahan juga disebutkan adanya penyampaian mengenai prestasi TNI yang berlangsung dalam kegiatan tersebut.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah durasi mahasiswa baru saat mengikuti kegiatan. Dalam unggahan yang beredar, terdapat kesaksian dari mahasiswa baru yang menyebutkan bahwa peserta telah berada di lokasi sejak pagi hingga sore.

"Kacau PKKMB FIB min, lewatmi 1 jam, adami pingsan juga," demikian isi pesan yang ditampilkan dalam unggahan.

Pesan lainnya menyebut mahasiswa diminta pulang secara bergantian dan ada yang disebut masih ditahan di luar. "Disuruh pulang satu satu, ditahan di luar," demikian potongan pesan lainnya.

Narasi tersebut kemudian dikaitkan dengan kondisi sejumlah mahasiswa yang disebut kelelahan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Namun, unggahan tersebut tidak menjelaskan secara rinci identitas mahasiswa yang disebut pingsan maupun kondisi medisnya.

Selain itu, unggahan @unhas.distopia juga menampilkan video yang dinarasikan sebagai momen ketika seorang aparat berbicara dengan mahasiswa.

Dalam narasi yang menyertai video tersebut, aparat disebut menggunakan gestur menunjuk dan membentak mahasiswa dengan kalimat bernada keras.

Baca Juga : Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo Sambut Baik Wacana Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Lisensi Masuk TNI-Polri

"Coba konsentrasi ke sini... Lihat saya sini!" demikian kalimat yang dicantumkan dalam narasi unggahan.

Pengunggah kemudian menyebut sikap tersebut sebagai tindakan yang dianggap bernuansa militeristik.

Klaim mengenai adanya pembatasan mahasiswa untuk meninggalkan lokasi juga muncul dalam sejumlah tangkapan layar percakapan yang dibagikan akun tersebut.

Bukan hanya kehadiran TNI, materi yang disampaikan dalam kegiatan juga menjadi perhatian.

Dalam salah satu tangkapan layar percakapan yang dibagikan, terdapat pembahasan mengenai penyampaian aparat yang disebut menyinggung persoalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.

Hal itu dipertanyakan karena kegiatan yang berlangsung merupakan PKKMB FIB Unhas dan ditujukan untuk mahasiswa baru.

"Nyambung kagak, kocak iya. 'Bangun' pak, sadar woi elu siapa?" demikian bunyi narasi yang tertera dalam unggahan tersebut.

"Kampus adalah ruang sipil, bukan barak militer!!" tegas akun tersebut. 

Pengunggah menyatakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai militerisasi di ruang akademik dan kegiatan kemahasiswaan.
Dalam unggahan itu terdapat dua tuntutan yang disampaikan.

Pertama, Rektor Unhas dan Kodam XIV/Hasanuddin diminta meminta maaf secara terbuka kepada mahasiswa baru dan panitia PKKMB FIB 2026 atas kejadian yang disebut menyebabkan mahasiswa pingsan serta dianggap memasukkan unsur militer ke ruang pendidikan.

Kedua, pengunggah menyerukan agar segala bentuk militerisasi di ruang akademik dan kegiatan kemahasiswaan dihentikan.

Belum terdapat keterangan resmi dari Rektorat Universitas Hasanuddin maupun Kodam XIV/Hasanuddin yang dimuat dalam materi unggahan tersebut untuk menjelaskan kronologi kehadiran TNI, koordinasi dengan panitia, penghentian penampilan mahasiswa, maupun klaim adanya mahasiswa yang pingsan.


Topik

Peristiwa Unhas. Militer di kampus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa