Catatan Bang Awey: Persolaan Bau Sampah di GBT dan Sebelum Piala Dunia Tiba | Sidoarjo TIMES

Catatan Bang Awey: Persolaan Bau Sampah di GBT dan Sebelum Piala Dunia Tiba

Nov 04, 2019 11:41
Vinsensius Awey
Vinsensius Awey

Catatan Bang Awey : Persolaan Bau Sampah di GBT dan Sebelum Piala Dunia Tiba

Terkait pernyataan Gubernur Jatim Khofifah mengenai bau sampah di stadion Gelora Bung Tomo (GBT) jangan lantas diartikan adanya keinginan beliau untuk semena mena memindahkan lokasi bertandingnya Piala Dunia U-20. Apa yang disampaikan beliau itu adalah bentuk perhatian dan sayangnya beliau kepada kota Surabaya, yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur.

Surabaya itu tidak hanya dimiliki oleh Pemkot Surabaya akan tetapi juga dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur karena berdasarkan teritorial, Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur.

Gubernur dan kita semua tentu tidak ingin kalau nantinya nama Surabaya tercoreng dengan adanya protes official, pemain ataupun penonton dari berbagai negara terkait kondisi stadion GBT yang ada saat ini.

Persoalan fisik bangunan dan sarana prasarana GBT saat ini tidak diragukan dan bahkan adalah yang terbaik dibandingkan stadion stadion lainnya di Jawa Timur. Namun yang jadi masalah adalah bau tidak sedap yang muncul dikarenakan berdekatan dgn TPA Benowo serta sedikit akses jalan menuju lokasi yang belum berjalan baik (bottle neck). Itu poin nya. 

Artinya kita juga harus realistis dan jangan hanya memikirkan “kebanggaan atau prestisius” semata. Namun juga perlu dipikirkan dengan baik kondisi stadion GBT yang ada saat ini. 

Bisa bisa yang reaktif dan emosional atas pernyataan bu gubernur itu belum tentu mereka adalah orang orang yang pernah ke lokasi GBT. Sehingga tidak pernah merasakan bau tidak sedap yang muncul saat bau penumpukan sampah terbawa angin menuju stadion.

Dengan demikian apa yang disampaikan oleh Gubernur tidak lantas membuat jajaran pemkot reaktif, emosional dan baperan. Seperti itu dan jangan sampai pula berpikir seolah-olah Gubernur ingin menghentikan kebanggaan pemkot maupun warga kota Surabaya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dengan memindahkan lokasi pertandingan. 

Justru pernyataan gubernur dijadikan sebagai alarm diawal untuk pemkot mengantisipasinya. Ambil sisi positifnya yakni dengan sungguh sungguh membenahi kondisi stadion yg ada khususnya bau tidak sedap yang muncul. Bau tidak sedap itu akan mengganggu kenyamanan para pemain dan penonton.

Perlu dicatat juga oleh kita semua bahwa perhelatan ini merupakan pertandingan tingkat dunia dan bukan tingkat lokal. Baik dan buruknya akan terbawa ke seluruh penjuru dunia. 

Jangan jadikan masyarakat disekitarnya sebagai patokan juga. Mereka bisa saja sudah terbiasa dengan bau tidak sedap yang muncul karena sudah bertahun tahun lamanya bermukim disana.

Beda halnya dengan yang tidak menetap disana dan atau pertama kalinya berada di sana. Kondisi stadion GBT sangat dekat dengan TPA Benowo, apalagi ketika arah angin berhembus ke lokasi GBT tentu akan buat tidak nyaman. Tidak semua pemain dan penonton yang bisa menahan aroma bau tidak sedap itu. Jadi sekali lagi jangan reaktif, emosional dan baperan.

Saya mengharapkan kepada semua pihak untuk bersama-sama berbenah. Masih ada waktu yg cukup untuk berbenah. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh bu gubernur, jadikan sebagai perhatian khusus untuk berbenah. Sehingga ketika hari perhelatan tiba, kota Surabaya akan menjadi torehan catatan sejarah tersendiri sebagai kota yang dapat memberikan pelayanan terbaik bagi perhelatan sepak bola dunia.

Vinsensius Awey adalah Wakil Ketua DPD Nasdem Surabaya dan mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019

 

Topik
surabaya Berita Surabaya Persolaan Bau Sampah di GBT Stadion Gelora Bung Tomo Gubernur Jatim Khofifah Piala dunia u 20

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya