Puluhan Rumah Warga Retak Kena Dampak Pembangunan Jalan Tol
Reporter
Agus Salam
Editor
Lazuardi Firdaus
02 - Nov - 2017, 04:17
PT Waskita Karya Tbk (Persero) tak begitu saja percaya soal pengakuan warga yang rumahnya retak. Perusahaan pelat merah ini langsung meninjau dan melihat dari dekat rumah warga yang dilaporkan retak akibat proyek tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Rabu (01/11) siang.
Dalam sidak ke salah satu rumah warga kemarin, selain dari PT Waskita, ikut pula Agus Minarno (PPK lahan tol) dan Kapolresta Prbolinggo AKBP Alfian Nurrizal. Mereka melihat dari dekat rumah Suman (46) di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, yang retak akibat pekerjaan pemasangan tiang pancang fly over (jalan layang)
Kepada tim peninjau, Suman menjelaskan ada belasan temboknya yang retak. Ia kemudian mengantar dan memperlihatkan tembok yang retak, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur hingga dapur. “Ini Pak yang retak. Bapak lihat sendiri. Ada yang retaknya parah, ada yang hanya rengat,” ucapnya.
Dijelaskan, rumah yang menghadap ke timur itu, beberapa bulan yang lalu selesai dibangun. Dindingnya retak saat pembangunan tiang pancang fly over tol tak jauh dari rumahnya. Saking kuatnya getaran, sehingga dinding rumahnya retak. Bahkan ia mengaku merasakan juga getarannya. Jika tidak segera diperbaiki, keretakan rumah akan menjalar dan bertambah panjang.
Suman membangun rumah lantaran rumah yang lama terkena jalan tol. Biayanya, dari hasil ganti rugi tanah yang dilewati jalan tol.
Sementara itu, kapolresta meminta Suman dan warga sekitar proyek yang rumahnya retak untuk bersabar. Sebab, PT Waskita Karya akan menginventarisasi rumah warga yang retak. “Sabar ya Pak Suman. Pasti diperbaiki. Pemilik proyek saat ini masih bekerja, melihat rumah warga yang retak,” pintanya.
Sedangkan Agus Minarno mengatakan akan membentuk tim investasi gabungan yang terdiri dari Dinas PU, PT Waskita dan polresta. Tim itu nantinya akan bekerja mengunjungi dan melihat rumah warga yang terdampak proyek. Saat ditanya, apakah warga rumahnya yang retak akan diberi ganti rugi? “Bukan ganti rugi istiahnya. Tapi akan diperbaiki. Teknis perbaikannya masih dibicarakan,” katanya.
Tim yang dibentuk itu nantinya akan terjun langsung ke rumah warga untuk melihat keretakannya. Tim tersebut akan mengetahui dinding retak sudah lama dan yang retak baru. Jika retaknya sudah lama, bisa disimpulkan penyebabnya bukan proyek. Saat ditanya jumlah rumah yang retak, Agus mengatakan sekitar 25 rumah. “Yang masuk ke laporan itu. Jumlah itu bisa berambah dan berkurang,” pungkasnya sebelum meninggalkan rumah Suman. (*)
