Uji KIR Mati Hingga Pintu Darurat Terhalang, Ramp Check di Terminal Batu Masih Temukan Bus Tak Laik Jalan

03 - Feb - 2026, 02:43

Uji kelaikan dilakukan petugas gabungan di Terminal Kota Batu dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.(Foto: Dokumen Polres Batu)

JATIMTIMES – Operasi Keselamatan Semeru 2026 tengah digalakkan petugas gabungan di Kota Batu. Dalam prosesnya termasuk melakukan uji kelaikan (Ramp Check) kendaraan umum. Hasilnya, di Terminal Batu, Selasa (3/2/2026), petugas gabungan masih menemukan sejumlah pelanggaran fatal yang berpotensi mengancam nyawa penumpang di jalan raya.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, mengungkap bahwa dari armada yang diperiksa, tidak semuanya dalam kondisi prima. Hasil pemeriksaan terhadap 10 bus pariwisata, 2 micro bus, dan 5 angkutan barang memberikan catatan merah bagi dunia transportasi publik di Kota Wisata ini.

Baca Juga : Wajah Trotoar Baru di Kota Batu Tercederai Kabel Semrawut, Bikin Pejalan Kaki Was-was

Petugas mendapati adanya armada yang tetap beroperasi meskipun dokumen vitalnya telah kedaluwarsa. Tercatat, sebanyak 5 unit bus terpaksa dikenakan tindakan tilang akibat pelanggaran teknis dan administrasi yang berat. Selain itu, temuan pada angkutan barang lebih mengejutkan; mulai dari uji KIR yang mati, kartu pengawasan (KPS) yang tidak aktif, hingga praktik overseat atau kelebihan muatan.

"Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setiap pelanggaran yang berpotensi membahayakan, terutama masalah teknis dan dokumen kendaraan yang mati, akan kami tindak tegas sesuai aturan," ujar Kevin Ibrahim di sela-sela pengecekan di Terminal Batu.

Salah satu temuan yang paling disoroti adalah adanya pintu darurat bus yang terhalang. Hal ini dianggap sangat berbahaya karena dalam kondisi darurat, akses penyelamatan diri bagi penumpang bisa terhambat. Tak hanya fisik kendaraan, tim gabungan dari Dinkes dan BNN Kota Batu juga melakukan pemeriksaan kesehatan serta tes urine kepada para sopir guna memastikan tidak ada faktor kelalaian manusia (human error) akibat pengaruh obat-obatan terlarang.

"Bahwa kepatuhan pengusaha angkutan terhadap standar manajemen keselamatan masih belum menyeluruh," tutur Kevin.

Dikatakannya, langkah preventif yang dilakukan dengan Ramp Check ini sebagai respon atas kompleksnya permasalahan lalu lintas di Jawa Timur yang seringkali berujung pada kecelakaan fatal akibat kendaraan yang tidak laik jalan.

Baca Juga : Respon Dinamika Kampus, Civitas Akademika Unikama Sampaikan Pernyataan Sikap Resmi

Melalui Ramp Check terpadu, kata Kevin, Polres Batu menagih komitmen para pengemudi dan pemilik armada untuk tidak hanya mengejar setoran, tetapi juga mengutamakan kelaikan teknis. Operasi ini menjadi langkah awal menertibkan angkutan bermasalah sebelum puncak mobilitas masyarakat pada masa mudik lebaran mendatang.

"Kami menemukan kendaraan yang KPS-nya mati hingga uji KIR-nya sudah tidak berlaku. Ini adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi karena menyangkut keselamatan orang banyak," tambahnya.