4 Titik Henti Transjatim Malang Dinonaktifkan Sementara Imbas Harlah 1 Abad NU

Reporter

Binti Nikmatur

07 - Feb - 2026, 10:46

Peta titik henti Transjatim Koridor 1 Malang Raya Gajayana yang diberhentikan sementara berwarna bulat merah saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU digelar. (Foto: Instagram resmi @officialtransjatim)

JATIMTIMES - Perayaan puncak Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana berdampak pada layanan transportasi publik di Kota Malang. Empat titik henti Transjatim Koridor 1 Malang Raya Gajayana dipastikan dinonaktifkan sementara selama kegiatan berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @officialtransjatim. Dalam unggahannya, pengelola menyebut penyesuaian layanan dilakukan seiring digelarnya Harlah NU ke-100 tahun di kawasan Stadion Gajayana.

Baca Juga : Rundown Lengkap Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Kota Malang

“Sehubungan dengan diadakannya Harlah NU ke-100 tahun di Stadion Gajayana Kota Malang, beberapa titik henti Transjatim Koridor 1 Malang Raya Gajayana untuk sementara waktu dinonaktifkan,” tulisnya.

Adapun titik henti yang terdampak meliputi:
• Shelter Kajoetangan
• Rambu Ijen 1 dan 2
• Shelter Veteran 1
• Rambu Kawi 1 dan 2
Pengelola juga memastikan penonaktifan bersifat sementara.
 
“Penonaktifan layanan diberlakukan mulai Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 15.00 WIB hingga Minggu, 8 Februari 2026, dan akan kembali beroperasi normal setelah kegiatan selesai,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, acara inti Mujahadah Kubro 1 Abad NU dijadwalkan selesai pada pukul 11.00 dan jemaah meninggalkan Kota Malang mulai pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, pengalihan arus lalu lintas diberlakukan mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 20.00 WIB. 

Adapun penyesuaian layanan transportasi ini tak lepas dari membeludaknya jemaah yang akan menghadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU. Hingga H-2 pelaksanaan, jumlah pendaftar tercatat sudah menembus lebih dari 104 ribu orang.

Sekretaris PWNU Jawa Timur HM Faqih menyampaikan data tersebut pada Jumat (6/2/2026). “Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau jika dibulatkan sekitar 105 ribu orang dengan 1.100 lebih bus serta ribuan kendaraan lainnya,” kata Faqih, dikutip Antara, Sabtu (7/2/2026).

Dari total itu, sebanyak 77.541 jemaah berasal dari PCNU se-Jawa Timur, sedangkan sekitar 27 ribu lainnya merupakan warga Muslimat NU. Mereka dijadwalkan datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, serta 5.413 sepeda motor.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Nonaktifkan 112.408 Peserta Segmen PBIN di Kabupaten Malang

Jumlah peserta yang melampaui kapasitas stadion membuat panitia menyiapkan skema khusus. Secara konstruksi, Stadion Gajayana hanya mampu menampung sekitar 35 ribu orang di tribun.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim Masykuri Bakri menjelaskan langkah yang diambil panitia.

“Kapasitas Stadion Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya sekitar 35.000 orang, sehingga jamaah lainnya akan berada di luar stadion. Untuk itu, videotron diperbanyak di area luar stadion hingga radius sekitar tiga kilometer,” katanya.

Selain pemasangan videotron, jemaah juga dibagi dalam sembilan zona. Setiap zona dikawal satu person in charge (PIC) dari PWNU Jatim, dengan dukungan 45 ketua rombongan serta narahubung di tingkat lokal untuk memperlancar koordinasi.

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas turut melibatkan Polda Jatim, Kodam V/Brawijaya, serta Dinas Perhubungan setempat.