PKL Dirapikan, Jalan Merdeka Selatan Tetap Dibuka

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

03 - Mar - 2026, 06:31

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra memimpin rakor bersama FLLAJ.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan arus lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan tidak akan ditutup. Keputusan itu diambil usai forum lalu lintas membahas penataan kawasan tersebut selama dua hari dalam dua pekan, khususnya pada Sabtu.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan bahwa hasil forum menyepakati penataan tetap menggunakan badan jalan yang ada. Artinya, tidak ada rekayasa dengan penutupan total ruas Jalan Merdeka Selatan.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Awasi Ketat Parkir Pusat Perbelanjaan

“Penataan arus lalu lintas tetap menggunakan badan jalan yang ada. Tidak dilakukan penutupan Jalan Merdeka Selatan,” ujar Jaya, sapaan akrabnya, usai memimpin rapat koordinasi bersama Forum Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Selasa (3/3/2026).

Selain arus kendaraan, penataan juga menyasar pedagang kaki lima (PKL) dan parkir. Untuk Sabtu, PKL tetap ditempatkan di sisi utara atau merapat ke area alun-alun. Sementara itu, parkir berada di depan Kantor Pos, seperti skema yang saat ini berjalan.

Meski demikian, Dishub menerima usulan agar penataan PKL dibuat lebih rapi dan nyaman. Salah satu opsi yang mengemuka adalah mengatur agar lapak PKL menghadap ke selatan atau ke arah Kantor Pos dan trotoar. Dengan skema itu, pembeli diharapkan memanfaatkan trotoar sehingga area tampak lebih tertib.

“Kalau bisa, PKL menghadap ke selatan atau ke trotoar, supaya pembeli berada di trotoar. Harapannya lebih rapi dan nyaman,” jelasnya.

Jaya menambahkan, penataan PKL ke depan perlu dilakukan lebih masif. Terlebih, masih terdapat PKL di kawasan Jalan Agus Salim maupun Merdeka Barat yang perlu dikolaborasikan dalam satu konsep penataan terpadu. 

Pembahasan khusus akan dilakukan untuk memastikan penataan berjalan optimal, baik dari sisi layanan, komoditas, maupun kerapian lapak.
Dari sisi lalu lintas, beban kendaraan di kawasan tersebut dinilai masih terkendali.

Baca Juga : Safari Ramadan 1447 H, Pertamina Lubricants Santuni 130 Anak Yatim di Gresik

Namun, Dishub tetap mengantisipasi lonjakan kunjungan menjelang Ramadan dan setelah Lebaran. Kawasan alun-alun dan Kayutangan diperkirakan akan dipadati masyarakat, yang berpotensi turut memanfaatkan area PKL di Merdeka Selatan.

Karena itu, skema arus lalu lintas akan bersifat dinamis. Selama kondisi masih landai, badan jalan tetap difungsikan normal. Namun, jika kepadatan meningkat signifikan, bukan tidak mungkin penutupan sementara diberlakukan.

“Arus lalu lintas ini sifatnya akan selalu berkembang. Tetap menggunakan badan jalan, tapi suatu saat bisa saja ditutup apabila kondisi di Merdeka Selatan terlalu padat,” pungkasnya.