10 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula Setelah Makan Daging Saat Iduladha, Jangan Disepelekan
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
29 - May - 2026, 10:51
JATIMTIMES - Perayaan Iduladha identik dengan berbagai olahan daging yang menggugah selera. Mulai dari sate kambing, gulai sapi, tongseng, hingga rendang menjadi menu favorit banyak keluarga saat hari raya.
Namun di balik kenikmatannya, pola makan saat Iduladha sering kali tidak terkontrol. Selain konsumsi daging berlebihan, asupan gula dari minuman manis, saus, camilan, hingga bumbu masakan juga ikut meningkat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan risiko diabetes.
Baca Juga : 7 Rekomendasi Hidangan saat Bosan Makan Daging setelah Lebaran Iduladha, Segar dan Bikin Nafsu Makan Kembali
Tubuh sebenarnya memberi sejumlah sinyal ketika kadar gula mulai berlebihan. Sayangnya, tanda-tanda ini sering dianggap sepele.
Tanda Tubuh Kebanyakan Gula
Berikut beberapa gejala yang dapat muncul ketika tubuh terlalu sering mengonsumsi gula berlebih:
1. Jerawat Lebih Mudah Muncul
Konsumsi gula tinggi dapat memicu peningkatan hormon insulin. Kondisi ini membuat produksi minyak di kulit meningkat sehingga jerawat lebih gampang muncul, bahkan pada orang dewasa.
2. Badan Cepat Lelah
Meski sudah tidur cukup, tubuh tetap terasa lemas dan kurang bertenaga. Naik turunnya kadar gula darah membuat energi cepat habis sehingga tubuh mudah merasa capek.
3. Bau Badan Menjadi Berbeda
Asupan gula berlebihan bisa memicu pertumbuhan bakteri dan jamur di tubuh. Akibatnya, aroma keringat berubah menjadi lebih asam atau menyengat.
Pada kondisi tertentu, aroma keringat yang manis seperti buah juga bisa menjadi tanda gangguan serius pada penderita diabetes.
4. Emosi Tidak Stabil
Lonjakan gula memang bisa membuat tubuh terasa lebih berenergi sesaat. Namun setelah itu, energi turun drastis dan memengaruhi suasana hati. Seseorang jadi lebih mudah marah, sensitif, atau moody.
5. Makanan Alami Terasa Kurang Manis
Jika buah atau makanan alami terasa hambar, bisa jadi tubuh sudah terbiasa dengan rasa manis yang terlalu kuat. Kondisi ini membuat seseorang terus ingin mencari makanan manis.
6. Lidah Terasa Aneh atau Berlapis Putih
Kelebihan gula dapat mengganggu keseimbangan bakteri di mulut. Akibatnya lidah tampak putih, terasa kasar, dan tidak nyaman.
7. Kulit Gatal Tanpa Sebab Jelas
Peradangan akibat gula tinggi kadang memicu rasa gatal pada kulit tanpa penyebab yang pasti.
8. Sulit Fokus atau Brain Fog
Terlalu banyak gula juga dapat memengaruhi fungsi otak. Gejalanya berupa sulit konsentrasi, mudah lupa, hingga terasa linglung.
9. Perut Kembung dan Sering Buang Gas
Asupan gula berlebih bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus sehingga memicu masalah pencernaan seperti kembung dan sering buang gas.
10. Sering Ngidam Makanan Manis
Gula memicu hormon dopamin yang menimbulkan rasa senang. Efek ini membuat seseorang ingin terus mengonsumsi makanan manis secara berulang.
Cara Sederhana Mengurangi Konsumsi Gula
Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Beberapa langkah berikut bisa membantu menjaga pola makan tetap sehat:
• Perbanyak makanan alami dan minim proses
• Kurangi minuman berpemanis
• Biasakan minum air putih atau teh tawar
• Cek kandungan gula pada label kemasan
• Pilih makanan tinggi serat dan gandum utuh
• Kurangi tambahan gula pada kopi atau teh
Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Jika kadar gula terus tinggi dalam waktu lama, risiko diabetes pun meningkat. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut beberapa gejala diabetes yang umum terjadi:
1. Haus Berlebihan
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Legi 29 Mei 2026: Hari Baik untuk Bekerja
Tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil sehingga penderita lebih mudah merasa haus.
2. Berat Badan Turun Drastis
Tubuh tidak mampu menggunakan gula sebagai energi sehingga mulai mengambil cadangan protein dan lemak.
3. Sering Buang Air Kecil
Ginjal bekerja lebih keras membuang gula berlebih melalui urine sehingga frekuensi buang air kecil meningkat.
4. Rentan Infeksi Jamur
Kadar gula tinggi membuat jamur lebih mudah berkembang, terutama di area tubuh yang lembap.
5. Area Intim Mudah Iritasi
Kondisi ini ditandai rasa gatal, kemerahan, hingga tidak nyaman pada area genital.
6. Mudah Lapar
Meski sudah makan, tubuh tetap merasa kekurangan energi sehingga rasa lapar terus muncul.
7. Luka Sulit Sembuh
Gula darah tinggi dapat menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
8. Masalah Kulit
Kulit kering, gatal, atau menggelap di beberapa area tubuh bisa menjadi tanda resistensi insulin.
9. Penglihatan Mulai Kabur
Kadar gula tinggi dapat memengaruhi lensa mata dan menyebabkan penglihatan tidak jelas.
10. Kesemutan pada Tangan dan Kaki
Kesemutan atau mati rasa dapat terjadi akibat kerusakan saraf karena gula darah tinggi.
Jika mengalami beberapa tanda di atas secara terus-menerus, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan gula darah atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Deteksi dini penting dilakukan agar diabetes dapat dicegah sebelum menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan.
